Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 20.35 WIB

Orang yang Berpura-Pura Bahagia Padahal Hatinya Merana Biasanya Menunjukkan 8 Tanda Halus ini Tanpa Disadari, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang berusaha menampilkan senyuman di wajahnya meski menyimpan kelelahan atau kesedihan yang mendalam. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang berusaha menampilkan senyuman di wajahnya meski menyimpan kelelahan atau kesedihan yang mendalam. (Freepik)

JawaPos.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu orang yang tampak selalu ceria dan positif di permukaan.

Mereka pandai menyembunyikan pergulatan emosional di balik senyuman lebar, seolah tidak ada masalah berarti yang sedang dihadapi.

Namun, di balik topeng keceriaan itu, seringkali ada perjuangan batin yang tidak terlihat oleh banyak orang di sekitar mereka.

Ada beberapa sinyal halus yang bisa dikenali ketika seseorang sedang berpura-pura bahagia padahal sebenarnya merasa sangat tidak baik di dalam. Melansir dari Geediting.com Rabu (4/6), mari kita selami tanda-tanda tersembunyi tersebut.

  1. Senyumnya tidak mencapai mata

Satu di antara tanda paling kentara adalah senyuman yang terlihat dipaksakan dan tidak memancarkan kehangatan alami.

Senyum tulus biasanya melibatkan otot-otot di sekitar mata, sementara senyum pura-pura membuat mata tampak kosong atau lesu tanpa kilau kebahagiaan.

  1. Selalu mengalihkan pembicaraan dengan humor

Mereka cenderung menggunakan lelucon, terutama yang mengejek diri sendiri atau penderitaan mereka, untuk menghindari topik serius.

Humor menjadi tameng kuat yang membantu mereka mengalihkan percakapan jauh dari perasaan asli yang ingin mereka sembunyikan.

  1. Berbicara banyak namun sedikit mengungkapkan isi hati

Orang-orang ini sangat pandai dalam basa-basi atau obrolan ringan yang berada di permukaan. Mereka akan menghindari diskusi mendalam tentang perasaan sesungguhnya atau bagaimana kondisi batin mereka sebenarnya sedang berjalan.

  1. Merasa sangat kelelahan meski tidak melakukan aktivitas fisik berat

Berpura-pura merasa baik membutuhkan energi emosional yang luar biasa besar setiap harinya. Upaya keras untuk menyembunyikan kesedihan ini dapat menyebabkan kelelahan mendalam, bahkan ketika tidak ada kegiatan fisik yang berarti.

  1. Sangat sibuk dan selalu terdistraksi

Mereka cenderung mengisi jadwal mereka hingga penuh sesak untuk menghindari momen-momen tenang yang bisa memunculkan kejujuran emosional.

Kesibukan ekstrem menjadi cara efektif untuk menghindar dari kebenaran yang mungkin akan mereka temukan di dalam diri.

  1. Meremehkan perjuangan yang sedang dihadapi

Mereka seringkali mengecilkan atau menyepelekan emosi negatif mereka sendiri dengan frasa seperti "bukan masalah besar" atau "baik-baik saja".

Ini adalah upaya untuk tidak mengakui penderitaan mereka sebelum orang lain mungkin sempat menyadarinya.

  1. Terlalu fokus membantu orang lain tetapi tidak pernah meminta bantuan

Mereka menggunakan kegiatan menolong orang lain sebagai pengalih perhatian ampuh dari rasa sakit mereka sendiri yang mendalam.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore