Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 04.00 WIB

Orang yang Dapat Mencium Aroma Hujan Sebelum Hujan Turun, Biasanya Memiliki 6 Sifat Langka Ini Menurut Psikologi

seseorang yang dapat mencium aroma hujan sebelum hujan turun. (Freepik/EyeEm) - Image

seseorang yang dapat mencium aroma hujan sebelum hujan turun. (Freepik/EyeEm)

JawaPos.com - Tidak semua orang bisa mencium aroma khas yang muncul sebelum hujan turun.

Namun, bagi sebagian kecil orang, aroma tanah basah yang menyeruak sebelum titik-titik air jatuh ke bumi terasa sangat nyata dan bahkan memberi sensasi emosional tertentu. 

Fenomena ini dikenal dengan istilah petrichor, yaitu aroma harum yang muncul saat hujan pertama kali membasahi tanah yang kering. 

Menurut psikologi, kemampuan mencium aroma hujan ini bisa jadi bukan hanya persoalan biologis, tetapi juga berkaitan dengan kepekaan jiwa dan ciri khas kepribadian yang langka.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (29/5), terdapat 6 sifat langka yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang mampu mencium aroma hujan sebelum hujan benar-benar turun:

1. Memiliki Kepekaan Sensorik yang Tinggi (Highly Sensitive Person)

Orang yang dapat mencium aroma hujan umumnya termasuk dalam kategori Highly Sensitive Person (HSP). 

Mereka memiliki sistem saraf yang lebih peka terhadap rangsangan di sekitarnya.

Tidak hanya mencium aroma tertentu, mereka juga lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan perubahan suhu. 

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka cenderung mudah tersentuh oleh musik, seni, atau bahkan suasana hati orang lain.

Psikologi menyebutkan bahwa kepekaan sensorik tinggi ini bukan suatu kelemahan, melainkan kekuatan tersembunyi yang memungkinkan seseorang menyerap detail-detail halus yang terlewatkan oleh orang lain.

2. Memiliki Koneksi Emosional yang Kuat dengan Alam

Aroma hujan seringkali membawa kenangan dan perasaan tertentu—bagi sebagian orang, aroma ini mengundang rasa nostalgia, damai, atau kelegaan. 

Mereka yang bisa merasakan aroma hujan bahkan sebelum hujan turun biasanya memiliki hubungan emosional yang erat dengan alam.

Psikologi lingkungan menjelaskan bahwa orang-orang semacam ini lebih mudah merasa bahagia saat berada di alam terbuka, memiliki empati yang tinggi terhadap kehidupan alam, dan sering mengalami perasaan "terhubung" dengan semesta saat sendirian di tengah alam.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore