Ilustrasi orang yang memilih berbelanja langsung di toko ketimbang belanja online. (Freepik)
JawaPos.com – Di zaman serba digital ini, hampir segalanya bisa dilakukan dari kenyamanan rumah, termasuk berbelanja.
Dengan satu klik, barang impian anda bisa sampai ke depan pintu dalam hitungan hari, bahkan hitungan jam. Namun, tidak semua orang tergoda oleh kemudahan ini.
Masih banyak individu yang lebih memilih pergi langsung ke toko untuk berbelanja, merasakan tekstur barang, berbicara dengan penjual, dan mengalami atmosfer tempat tersebut secara langsung.
Pilihan ini bukan semata-mata soal kebiasaan atau usia—ada alasan psikologis yang lebih dalam yang membuat seseorang lebih memilih membeli langsung ke toko.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (28/5), menurut para ahli psikologi, orang-orang yang lebih suka berbelanja langsung di toko biasanya memiliki delapan kepribadian atau kecenderungan berikut:
1. Cenderung lebih sadar akan pengalaman sensorik
Orang yang suka berbelanja langsung biasanya menikmati pengalaman sensorik yang tidak bisa ditiru secara online: menyentuh bahan pakaian, mencium aroma produk kecantikan, atau melihat warna asli barang.
Mereka termasuk dalam kelompok yang memiliki kepribadian sensorik tinggi, yang sangat menghargai pengalaman nyata dan langsung.
2. Memiliki kebutuhan untuk mengontrol keputusan
Berbelanja langsung memberikan kesempatan untuk memeriksa barang secara detail sebelum membeli.
Ini menenangkan orang-orang yang memiliki kebutuhan akan kontrol tinggi, sebuah ciri kepribadian di mana seseorang merasa lebih nyaman ketika bisa memverifikasi sesuatu sendiri daripada mempercayakan prosesnya kepada sistem otomatis.
3. Lebih ekstrovert dan menyukai interaksi sosial ringan
Meskipun tidak selalu bersosialisasi secara intens, beberapa orang menikmati interaksi singkat dengan kasir, petugas toko, atau bahkan pembeli lain.
Ini mencerminkan sisi ekstrovert ringan mereka, di mana kontak sosial kasual menjadi bagian yang menyenangkan dari aktivitas berbelanja.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
