
Ilustrasi seorang perempuan iri melihat unggahan media sosial temannya (Dok. Adobe Stock)
JawaPos.com - Perasaan iri hati terkadang muncul begitu saja. Misalnya saja, saat kita melihat teman baru saja naik jabatan, menikah, membeli rumah, atau bahkan sekadar membagikan momen liburan mewah di media sosial. Rasa tidak puas terhadap pencapaian diri sendiri pun kerap menjadi buntutnya. Namun, benarkah membandingkan diri dengan orang lain hanya membawa kesengsaraan?
Dikutip dari TED Ideas, duo penulis Liz Fosslien dan Mollie West Duffy dalam bukunya Big Feelings menyebut bahwa membandingkan diri memang berisiko membuat kita merasa tidak berharga. Tapi, jika diolah dengan cara yang tepat, perasaan itu justru bisa menjadi petunjuk tentang apa yang sebenarnya kita inginkan.
Berikut lima cara mengubah rasa iri menjadi langkah nyata menuju hidup yang lebih bermakna:
1. Dengarkan Pemicu Terkuatmu
Terkadang rasa iri dapat menjadi kompas yang menunjukkan keinginan terdalam kita. Seperti kisah Gretchen Rubin, penulis buku laris The Happiness Project, yang awalnya adalah seorang pengacara. Ketika membaca kabar seorang alumni kampusnya menjadi penulis penuh waktu, ia merasa sangat iri, dan dari situlah tekadnya berubah. Ia pun berani beralih profesi menjadi penulis.
Menurut Fosslien dan Duffy, ketika rasa iri muncul, coba untuk refleksikan:
Semakin jujur dan spesifik jawabannya, semakin jelas pula langkah yang bisa diambil.
2. Bedakan Iri yang Mendorong dan Iri yang Toxic
Psikolog membedakan dua jenis iri, yaitu benign envy (iri yang sehat) dan malicious envy (iri yang merusak). Iri yang sehat bisa memotivasi kita untuk berkembang, sedangkan iri yang merusak malah membuat kita membenci orang lain yang memiliki hal yang kita inginkan.
Untuk mengubah iri menjadi sesuatu yang sehat, coba gunakan kalimat afirmasi seperti:
3. Ubah Tolak Ukur Perbandinganmu
Sering kali kita membandingkan diri dengan satu orang yang luar biasa, padahal kenyataannya tidak semua orang di sekitar kita mencapai hal yang sama. Dalam sebuah penelitian, saat peserta diminta menyebutkan 10 pelari yang mereka kenal, mereka jadi merasa lebih baik saat membandingkan diri dengan pelari peringkat ketujuh atau kesepuluh, bukan yang terbaik.
Coba tanyakan pada dirimu sendiri, "Apakah aku benar-benar kekurangan, atau hanya belum punya hal itu sekarang?" Kemungkinan besar, kita sudah cukup, dan rasa cukup adalah kunci untuk hidup lebih tenang.
4. Bandingkan secara Menyeluruh, Bukan Sekilas
Fosslien sendiri pernah merasa iri saat mendengar kenalan lamanya mendapat promosi besar. Tapi setelah memikirkan ulang, ia sadar bahwa yang ia inginkan hanyalah pengakuan, bukan tanggung jawab memimpin ratusan orang.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
