Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 12.32 WIB

Inilah 7 Karakteristik Individu yang Sering Makan Berlebihan saat Stres Menurut Psikologi

lustrasi orang yang makan berlebihan.  (freepik) - Image

lustrasi orang yang makan berlebihan. (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda menyadari kecenderungan untuk meraih makanan lebih banyak ketika perasaan cemas atau tekanan melanda? Fenomena makan berlebihan saat stres ini ternyata dialami banyak orang, dan sering kali menjadi mekanisme koping yang tidak disengaja.

Menariknya, di balik kebiasaan tersebut, ada beberapa karakteristik psikologis tertentu yang sering kali dimiliki individu-individu ini, menurut ilmu psikologi. Mereka mungkin tidak selalu menyadarinya, namun ciri-ciri ini sangat memengaruhi pola makan mereka.

Melansir Geediting.com pada Jumat (23/05), berikut adalah beberapa karakteristik orang yang sering ditunjukkan oleh mereka yang makan berlebihan ketika stres.

1. Sangat Reaktif Terhadap Emosi

Satu di antara ciri paling umum adalah memiliki respons emosional yang intens terhadap berbagai situasi. Mereka cenderung merasakan setiap emosi dengan kedalaman yang lebih besar, baik itu kesedihan, kemarahan, maupun kebosanan.

2. Sulit Mengelola Perasaan Stres

Individu ini kerap kesulitan menemukan cara sehat untuk menyalurkan atau mengatasi tekanan hidup yang mereka alami. Makanan sering kali menjadi jalan pintas utama untuk meredakan ketegangan atau mencari kenyamanan instan saat pikiran kalut.

3. Perfeksionisme Tinggi dan Kritis Diri

Mereka cenderung menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri sendiri, sering kali melebihi batas kemampuan yang realistis. Ketika ekspektasi tidak terpenuhi, rasa frustrasi dan kritik diri yang mendalam akan muncul, yang kemudian bisa memicu kebiasaan makan berlebihan.

4. Kurang Peka terhadap Sinyal Lapar Fisik

Pemisahan antara rasa lapar fisik sejati dan dorongan emosional untuk makan sering kali menjadi tantangan besar bagi mereka. Akibatnya, mereka mungkin makan bukan karena tubuh membutuhkan nutrisi, melainkan karena pikiran mencari pelarian dari emosi negatif.

5. Cenderung Menekan Emosi Negatif

Alih-alih menghadapi atau memproses perasaan tidak nyaman, mereka memiliki kecenderungan untuk memendam atau menyembunyikan emosi tersebut. Makanan menjadi semacam penghalang atau pengalih perhatian dari rasa sakit, kegelisahan, atau kekecewaan yang enggan diakui.

6. Merasa Kurang Kontrol Atas Keadaan

Mereka sering kali merasa bahwa stres atau masalah yang dihadapi berada di luar kendali mereka, sehingga menyebabkan perasaan tidak berdaya. Sensasi ketidakberdayaan inilah yang kemudian bisa mendorong mereka mencari sesuatu yang bisa dikendalikan, seperti pilihan makanan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore