Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 16.24 WIB

7 Pola Otak yang Ditemukan pada Orang yang Mencintai Rutinitas Dibanding Spontanitas

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan konsistensi dalam kegiatannya, mencerminkan pola otak yang menghargai rutinitas dan keteraturan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan konsistensi dalam kegiatannya, mencerminkan pola otak yang menghargai rutinitas dan keteraturan. (Freepik)

JawaPos.com - Kadang kita bertemu orang yang sangat menyukai jadwal dan urutan kegiatan yang teratur dalam hidupnya. Mereka cenderung nyaman dengan hal-hal yang sudah direncanakan, bahkan sering kali merasa cemas jika ada perubahan mendadak dari kebiasaan.

Menariknya, kecintaan pada rutinitas ini bukan sekadar pilihan gaya hidup semata, melainkan juga terkait dengan pola aktivitas otak yang khas. Pemahaman terhadap pola-pola ini dapat menjelaskan mengapa mereka sangat menghargai struktur. Melansir Geediting.com pada Rabu (21/05), berikut adalah tujuh pola otak yang sering kali ditemukan pada individu pencinta rutinitas daripada spontanitas.

1. Keakraban Menenangkan Otak

Pola ini menunjukkan bahwa otak akan merasa lebih nyaman dan tenang saat berada dalam situasi yang familier atau sudah dikenal. Respon stres dalam tubuh pun menurun secara signifikan, menciptakan rasa aman yang mendalam.

2. Sirkuit Hadiah Menyala Konsisten

Konsistensi dalam rutinitas dapat mengaktifkan sirkuit hadiah di otak, melepaskan dopamin yang membawa kepuasan. Jalur saraf yang terkait dengan keberhasilan dan rasa senang akan semakin kuat terbentuk seiring berjalannya waktu.

3. Fokus Terpusat Pada Perencanaan Jauh

Individu ini cenderung memiliki fokus kuat pada perencanaan masa depan, memungkinkan mereka untuk mengantisipasi potensi masalah atau tekanan. Kemampuan ini membantu mereka mengelola dan mengatasi stres lebih efektif sebelum terjadi.

4. Perlindungan dari Kelelahan Pengambilan Keputusan

Rutinitas membantu mengurangi beban kerja pada korteks prefrontal otak, yaitu bagian yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan. Ini mencegah kelelahan mental akibat terlalu banyak pilihan, menjaga energi kognitif tetap optimal.

5. Jalur Saraf Ketenangan dan Keteraturan Jelas

Otak mereka mengembangkan jalur saraf yang spesifik untuk memproses ketenangan dan keteraturan, yang membantu dalam regulasi stres. Pola ini mendukung otak untuk lebih cepat kembali ke kondisi seimbang saat menghadapi gangguan.

6. Adaptasi Terjadi Dalam Kerangka Kerja

Meskipun menyukai rutinitas, otak mereka tetap mampu beradaptasi, tetapi dalam batasan struktur yang sudah ada. Informasi baru akan lebih mudah dicerna dan diintegrasikan dengan mengaitkannya pada kerangka kognitif yang sudah mapan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore