
Ilustrasi seseorang yang menghindari kontak mata saat mengobrol. (Freepik).
JawaPos.com - Kontak mata menjadi salah satu elemen penting dalam komunikasi tatap muka. Namun, tidak semua orang merasa nyaman untuk melakukannya.
Ada sebagian orang yang lebih memilih mengalihkan pandangan saat berbicara, dan hal itu sering terjadi tanpa disadari. Perilaku ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bisa mencerminkan sisi kepribadian atau kondisi emosional tertentu.
Menariknya, dilansir dari Geediting pada Rabu (2015), mereka yang sering menghindari kontak mata biasanya menunjukkan delapan sifat berikut ini. Sikap tersebut tidak selalu negatif, melainkan menunjukkan kompleksitas cara seseorang berinteraksi dengan lingkungannya.
1. Cenderung Introvert
Orang yang memiliki kepribadian introvert biasanya lebih nyaman dalam situasi yang tenang dan minim stimulasi sosial. Bagi mereka, menatap mata lawan bicara bisa terasa terlalu intens dan menguras energi.
Menghindari kontak mata menjadi cara untuk menjaga kenyamanan dan membatasi rangsangan sosial yang dianggap berlebihan. Ini bukan tanda ketidaksopanan, melainkan cara menjaga keseimbangan diri.
2. Sedang Memproses Informasi
Beberapa orang mengalihkan pandangan bukan karena tidak fokus, justru sebaliknya. Saat seseorang sedang berpikir keras atau mencoba menyusun jawaban, kontak mata bisa menjadi distraksi.
Menghindari tatapan langsung memungkinkan otak bekerja lebih maksimal dalam merangkai kata-kata atau memecahkan masalah yang sedang dibahas.
3. Bentuk Rasa Hormat
Di berbagai budaya, seperti di Jepang, menghindari tatapan langsung merupakan simbol kesopanan. Terutama saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau memiliki otoritas.
Seseorang yang menundukkan pandangan belum tentu merasa gugup atau tidak nyaman. Bisa jadi, itu adalah bentuk penghormatan yang dipelajari sejak kecil.
4. Mengalami Kecemasan Sosial
Bagi sebagian individu, interaksi sosial bisa terasa sangat menegangkan. Kecemasan sosial membuat kontak mata terasa mengintimidasi dan memicu rasa tidak nyaman yang intens.
Dalam kondisi seperti ini, menghindari tatapan adalah bentuk perlindungan diri. Tujuannya bukan untuk mengabaikan lawan bicara, tetapi untuk mengurangi tekanan yang dirasakan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
