
Ilustrasi pasangan yang tidak terbuka. (freepik.com/DragenZigic)
JawaPos.com - Terbuka dengan pasangan adalah salah satu fondasi sebuah hubungan, jika satu atau bahkan dua pihak saling tertutup maka tidak adanya keharmonisan.
Mengutip dari laman Stekom pada Kamis (08/05), mengatasi masalah komunikasi dengan pasangan yang tidak terbuka memang menjadi tantangannya tersendiri. Tapi perlu diyakini bahwa ini bukan membuat kita menyerah.
Pada dasarnya, kita perlu memahami bahwa ada kepribadian orang yang memang tertutup, dan memang butuh waktu untuk mencoba lebih terbuka. Kemungkinan hal ini bisa terjadi karena trauma di masa lalu atau gaya pengasuhan orang tua.
Sebagai pasangan, kita juga harus berusaha agar dia menjadi terbuka dan nyaman berbagi cerita. Dilansir dari laman The Vessel pada Kamis (08/05) jika ingin pasanganmu terbuka, ucapkan selamat tinggal pada 4 kebiasaan ini agar komunikasi berjalan lebih baik:
1. Menyela alih-alih mendengarkan secara aktif
Menyela mengirimkan pesan yang jelas: "Apa yang harus saya katakan lebih penting daripada apa yang kamu katakan." Itu mungkin bukan niat sepenuhnya dari hati, tetapi begitulah makna tersiratnya.
Mendengarkan secara aktif, tidak hanya menyimak tapi adanya ketertarikan akan topik pembicaraan. Ini adalah pilihan untuk memberi ruang bagi seseorang tanpa mencoba memperbaiki, menilai, atau membajak momen tersebut.
Seperti yang dicatat oleh orang-orang di Psychology Today, penelitian telah menunjukkan bahwa pasangan yang mempraktikkan mendengarkan aktif dan empati melaporkan kepuasan hubungan yang lebih tinggi dan tingkat konflik yang lebih rendah.
2. Mengabaikan perasaan
Mengabaikan emosi seseorang bahkan secara tidak sengaja dapat merusak kepercayaan. Ini mengirimkan pesan bahwa pengalaman mereka tidak valid atau layak untuk diperhatikan. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan jarak emosional.
Penelitian telah menunjukkan hubungan yang jelas antara pembatalan emosional yang dirasakan dan peningkatan tekanan psikologis. Tekanan itu tidak hilang begitu saja dan bisa muncul sebagai kebencian, penarikan diri, atau ketegangan dalam hubungan.
3. Menutup alih-alih tetap terlibat
Penarikan emosional semacam itu dikenal sebagai stonewalling. Meskipun mungkin terasa seperti perlindungan diri, itu mengirimkan pesan yang jelas bahwa kamu tidak hadir sepenuhnya.
Lebih dari itu, seperti yang dicatat oleh peneliti terkenal John Gottman, stonewalling adalah salah satu dari empat gaya komunikasi yang dapat memprediksi akhir dari hubungan atau perceraian.
Saat kamu menutup diri, pasanganmu dibiarkan menggantung. Mereka mungkin merasa diabaikan, diberhentikan, atau dihukum. Seiring waktu, ini menciptakan dinamika di mana kejujuran terasa berisiko dan keintiman emosional mulai memudar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
