Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 02.02 WIB

Jika Ingin Pasanganmu Terbuka, Ucapkan Selamat Tinggal Pada 4 Kebiasaan Ini agar Komunikasi Berjalan Lebih Baik

Ilustrasi pasangan yang tidak terbuka. (freepik.com/DragenZigic) - Image

Ilustrasi pasangan yang tidak terbuka. (freepik.com/DragenZigic)

JawaPos.com - Terbuka dengan pasangan adalah salah satu fondasi sebuah hubungan, jika satu atau bahkan dua pihak saling tertutup maka tidak adanya keharmonisan.

Mengutip dari laman Stekom pada Kamis (08/05), mengatasi masalah komunikasi dengan pasangan yang tidak terbuka memang menjadi tantangannya tersendiri. Tapi perlu diyakini bahwa ini bukan membuat kita menyerah.

Pada dasarnya, kita perlu memahami bahwa ada kepribadian orang yang memang tertutup, dan memang butuh waktu untuk mencoba lebih terbuka. Kemungkinan hal ini bisa terjadi karena trauma di masa lalu atau gaya pengasuhan orang tua.

Sebagai pasangan, kita juga harus berusaha agar dia menjadi terbuka dan nyaman berbagi cerita. Dilansir dari laman The Vessel pada Kamis (08/05) jika ingin pasanganmu terbuka, ucapkan selamat tinggal pada 4 kebiasaan ini agar komunikasi berjalan lebih baik:

1. Menyela alih-alih mendengarkan secara aktif

Menyela mengirimkan pesan yang jelas: "Apa yang harus saya katakan lebih penting daripada apa yang kamu katakan." Itu mungkin bukan niat sepenuhnya dari hati, tetapi begitulah makna tersiratnya.

Mendengarkan secara aktif, tidak hanya menyimak tapi adanya ketertarikan akan topik pembicaraan. Ini adalah pilihan untuk memberi ruang bagi seseorang tanpa mencoba memperbaiki, menilai, atau membajak momen tersebut.

Seperti yang dicatat oleh orang-orang di Psychology Today, penelitian telah menunjukkan bahwa pasangan yang mempraktikkan mendengarkan aktif dan empati melaporkan kepuasan hubungan yang lebih tinggi dan tingkat konflik yang lebih rendah.

2. Mengabaikan perasaan

Mengabaikan emosi seseorang bahkan secara tidak sengaja dapat merusak kepercayaan. Ini mengirimkan pesan bahwa pengalaman mereka tidak valid atau layak untuk diperhatikan. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan jarak emosional.

Penelitian telah menunjukkan hubungan yang jelas antara pembatalan emosional yang dirasakan dan peningkatan tekanan psikologis. Tekanan itu tidak hilang begitu saja dan bisa muncul sebagai kebencian, penarikan diri, atau ketegangan dalam hubungan.

3. Menutup alih-alih tetap terlibat

Penarikan emosional semacam itu dikenal sebagai stonewalling. Meskipun mungkin terasa seperti perlindungan diri, itu mengirimkan pesan yang jelas bahwa kamu tidak hadir sepenuhnya.

Lebih dari itu, seperti yang dicatat oleh peneliti terkenal John Gottman, stonewalling adalah salah satu dari empat gaya komunikasi yang dapat memprediksi akhir dari hubungan atau perceraian.

Saat kamu menutup diri, pasanganmu dibiarkan menggantung. Mereka mungkin merasa diabaikan, diberhentikan, atau dihukum. Seiring waktu, ini menciptakan dinamika di mana kejujuran terasa berisiko dan keintiman emosional mulai memudar.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore