
Ilustrasi generasi Z dan gerasi Milenial. (Freepik)
JawaPos.com - Perbedaan antargenerasi selalu menarik untuk diamati, terlebih ketika muncul istilah seperti "ketinggalan zaman" yang disematkan generasi lebih muda. Generasi Z atau Gen Z, yang tumbuh di era digital, sering kali melihat beberapa kebiasaan Generasi Milenial dengan sudut pandang yang berbeda atau bahkan menganggapnya kurang relevan dengan masa kini.
Menarik untuk dilihat bahwa perbedaan pandangan ini ternyata bisa dijelaskan melalui lensa psikologi dan pengalaman hidup yang berbeda dari kedua generasi tersebut. Pengalaman masa lalu Milenial membentuk cara pandang mereka terhadap dunia dan teknologi yang bisa tampak asing bagi Gen Z.
Melansir Geediting.com pada Kamis (08/05), ada beberapa kebiasaan Milenial yang kerap terlihat kurang nyambung oleh Gen Z. Kebiasaan-kebiasaan tersebut antara lain:
1. Ketergantungan Berlebihan pada Teknologi
Milenial adalah saksi mata revolusi digital besar-besaran, jadi adaptasi mereka terhadap teknologi terasa sangat signifikan dalam hidup. Gen Z justru lahir saat teknologi sudah matang dan sangat terintegrasi sehingga cara mereka menggunakannya terasa lebih alami dan tanpa batas.
2. Obsesi pada Kesuksesan Karier
Fokus Milenial pada jenjang karier dan pencapaian profesional sering kali sangat kuat sebagai bagian dari identitas diri mereka. Generasi Z cenderung melihat pekerjaan lebih sebagai alat untuk mencapai tujuan hidup yang lebih luas daripada menjadi pusat utama segalanya.
3. Takut Ketinggalan (FOMO)
Konsep Fear of Missing Out atau FOMO sangat kental dialami Milenial yang tumbuh bersamaan dengan maraknya media sosial awal. Gen Z mungkin lebih santai dalam mengelola interaksi sosial online mereka dan tidak terlalu tertekan untuk selalu hadir di setiap momen.
4. Kebutuhan Akan Validasi Konstan
Pencarian persetujuan dan validasi eksternal kadang terlihat jelas dalam perilaku online atau interaksi Milenial di berbagai platform. Gen Z sering kali terlihat lebih percaya diri dengan identitas unik mereka sendiri tanpa terlalu bergantung pada komentar atau jumlah likes dari orang lain.
5. Pandangan Sukses yang Ketinggalan Zaman
Definisi kesuksesan bagi Milenial sering kali masih terkait erat dengan indikator tradisional seperti punya rumah, mobil, atau jabatan tinggi. Gen Z cenderung punya ukuran sukses yang lebih fleksibel dan beragam, termasuk keseimbangan hidup atau dampak sosial yang diberikan.
6. Terlalu Menekankan Multitasking
Milenial sering merasa produktif ketika bisa mengerjakan banyak hal secara bersamaan, sebuah kebiasaan yang dipelajari di tengah banjir informasi. Gen Z mungkin lebih memahami pentingnya fokus pada satu tugas untuk hasil yang optimal dan menghindari kelelahan mental akibat multitasking terus menerus.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
