Ilustrasi self sabotage (Dok. Canva)
JawaPos.com - Kecanduan media sosial kini menjadi masalah krusial, terlebih lagi di kalangan para Gen Z. Menariknya, belakangan ini, tren baru muncul di Amerika Serikat, yakni anak-anak muda mulai kembali menggunakan ponsel jadul untuk mengurangi distraksi digital. Akan tetapi, banyak dari kita lupa bahwa ada solusi lain yang lebih sederhana dan menyenangkan, yaitu membaca buku.
Selama ini, membaca kerap dianggap sekadar cara menambah pengetahuan atau memenuhi target bacaan tahunan. Padahal aktivitas ini juga dapat menjadi bentuk pelarian digital yang bermanfaat untuk kesehatan mental dan emosional. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kebiasaan membaca layak dijadikan bagian dari gaya hidup saat ini:
1. Manfaat Membaca: Melatih Fokus di Era Distraksi Digital
Sebuah penelitian yang dikutip dari thetreetop.com berjudul "Average Human Attention Span By Age: 31 Statistics" (2024) mengungkap bahwa rata-rata rentang perhatian manusia saat ini hanya 8,25 detik—bahkan lebih pendek dari ikan mas yang memiliki rentang perhatian sekitar 9 detik. Penurunan ini dipengaruhi oleh usia, lingkungan, kebiasaan multitasking, dan keterlibatan emosional dalam suatu aktivitas.
Studi tersebut juga mencatat bahwa antara tahun 2000 hingga 2015, rentang perhatian manusia turun hampir 25%. Ini menandakan besarnya pengaruh gaya hidup digital terhadap kemampuan fokus. Selain itu, kualitas tidur dan keterlibatan emosional juga berperan besar dalam mempertahankan konsentrasi saat membaca.
Menariknya, rentang perhatian dapat dilatih kembali melalui praktik mindfulness, meditasi, atau kebiasaan membaca. Hestia Istiviani dalam artikelnya di Greatmind.id berjudul "Berlatih Fokus dengan Membaca" mengatakan, "Di era serba cepat sekarang, aku rasa membaca bisa menjadi sarana kita untuk melatih mindfulness. Orang biasanya melihat mindfulness dari meditasi, tapi kita juga bisa melatih fokus untuk benar-benar menyadari apa yang sedang kita lakukan dengan membaca, paling tidak 5–10 menit dalam sehari."
2. Alternatif Media Sosial: Baca Buku Digital, E-Book, hingga Audiobook
Di era digital, membaca tidak terbatas pada buku fisik. Banyak pilihan media lain yang tak kalah menarik, seperti e-book, koran digital, platform baca online, hingga audiobook. Bahkan media sosial bisa menjadi jembatan awal. Banyak akun di Instagram, TikTok, hingga Twitter yang secara rutin merekomendasikan buku dan membangun komunitas literasi.
Salah satu kesalahan umum saat membangun kebiasaan membaca adalah memaksakan diri membaca hal yang 'harus' dibaca, bukan yang benar-benar ingin dibaca. Padahal, membaca seharusnya menjadi aktivitas yang membebaskan, seperti menonton film atau mendengarkan musik.
Pilihlah bacaan yang sesuai dengan suasana hati dan kebutuhanmu: bisa novel ringan, komik, cerita perjalanan, atau buku motivasi. Membaca untuk hiburan bukan berarti kamu kurang cerdas, justru inilah yang membuat aktivitas ini menyenangkan dan berkelanjutan.
Tips penting: bacalah yang kamu suka. Jangan merasa harus membaca buku 'berat' agar dianggap intelektual. Mulailah dari komik, novel ringan, atau cerita pendek. Kuncinya adalah menikmati prosesnya.
3. Ubah Pola Pikir: Jangan Tunggu Waktu Senggang untuk Membaca
Agar membaca menjadi kebiasaan, kita perlu meluangkan waktu khusus setiap hari, meski hanya beberapa menit. Jangan jadikan membaca sebagai aktivitas 'kalau sempat'.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
