Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Mei 2025 | 19.42 WIB

Menurut Psikologi: Orang yang Memilih Jalan Pulang yang Jauh Hanya Demi Mendapatkan Waktu Tenang Memiliki 7 Ciri Kepribadian ini

Ilustrasi tujuh sifat yang biasanya ditemukan pada orang-orang yang memilih jalan pulang yang jauh untuk mencari waktu tenang. (Pexels/Liliana Drew) - Image

Ilustrasi tujuh sifat yang biasanya ditemukan pada orang-orang yang memilih jalan pulang yang jauh untuk mencari waktu tenang. (Pexels/Liliana Drew)

JawaPos.com - Dalam dunia yang berlalu begitu cepat, banyak dari kita yang mungkin menemukan dirinya tak menyadari bahwa kita hampir menghabiskan waktu dengan kegiatan yang sama hingga menemukan jalan buntu.

Mereka hampir selalu menghabiskan hari-harinya dengan banyak tugas dan sedikit waktu untuk merenung atau bersantai. Mereka memiliki tanggung jawab dan pikiran yang selalu bekerja keras.

Akibatnya, kita mungkin mengalami stres terus menerus, malam-malam tanpa tidur, atau daftar tugas yang terus bertambah. Hidup seakan terhenti di tengah jalan, meskipun di atas kerja tampak sukses, mereka tidak sepenuhnya kuat.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh sifat yang biasanya ditemukan pada orang-orang yang memilih jalan pulang yang jauh untuk mencari waktu tenang.

1. Menghargai kesendirian

Ciri pertama orang yang mengambil jalan panjang pulang untuk mendapatkan waktu tenang lebih lama adalah rasa hormat mereka yang tinggi terhadap kesendirian.

Ini mungkin tampak seperti sesuatu yang wajar, tetapi di dunia yang terus-menerus dipenuhi aktivitas dan kebisingan, menemukan nilai dalam momen tenang bisa sangat luar biasa. Kesendirian bagi orang-orang ini bukan berarti terisolasi atau menghindar.

Sebaliknya, ini tentang menciptakan ruang untuk refleksi dan introspeksi. Bagi orang yang menghargai waktu tenang, menyendiri bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Ini adalah waktu untuk mengisi ulang tenaga, untuk merenung, dan untuk sekadar menjadi diri sendiri.

2. Menyukai kelambatan

Ciri kedua orang yang mengambil jalan panjang untuk pulang adalah kemampuannya menerima jalan lambat. Dalam budaya yang menjunjung tinggi kecepatan dan efisiensi, memilih bergerak dengan kecepatan lebih lambat merupakan tindakan pemberontakan yang mendalam.

Sebuah kutipan dari psikolog Carl Honore, yang terkenal mengatakan, "Dalam ketergesaan kita menyelesaikan daftar 'yang harus dilakukan', kita sering mengabaikan manfaat utama yang bisa diperoleh dari memperlambat langkah."

Memperlambat langkah membuat Anda mampu terlibat sepenuhnya dengan hidup dan menghargai keindahan setiap momen. Entah itu dengan meluangkan waktu untuk mencicipi makanan, berusaha mendengarkan percakapan, atau sekadar memilih rute pulang yang indah.

3. Pengamat yang penuh perhatian

Ciri lain orang yang mengambil jalan panjang untuk pulang adalah kemampuan mereka menjadi pengamat yang penuh perhatian. Kesadaran penuh adalah sebuah konsep di mana Anda hadir sepenuhnya di saat ini, terlibat sepenuhnya dengan apa pun yang Anda lakukan.

Momen-momen yang penuh kesadaran ini membuat perjalanan harian tidak hanya dapat ditanggung, tetapi juga menyenangkan. Anda tidak lagi sekadar menyetir pulang tetapi mengalami perjalanan itu sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore