
Ilustrasi perempuan yang suka belanja untuk menghilangkan stres
JawaPos.com - Berhemat sering dipuji sebagai suatu kebajikan. Tapi bagaimana jika beberapa kebiasaan yang menguras uang itu lebih merepotkan daripada manfaatnya?
Benar, tidak semua langkah penghematan biaya diciptakan sama. Beberapa di antaranya mungkin akan menghabiskan lebih banyak biaya dalam jangka panjang, baik dalam hal waktu atau bahkan uang.
Dikutip dari geediting pada Jumat (2/5), dalam artikel ini, kita akan melihat empat kebiasaan hemat yang mungkin tidak sepadan dengan usaha Anda. Jadi tetaplah membaca, ini akan menjadi pembuka mata Anda.
1) Membeli dalam jumlah besar
Ada kepercayaan umum bahwa semakin banyak Anda membeli, semakin banyak Anda berhemat. Meskipun hal ini bisa jadi benar dalam beberapa kasus, ini bukanlah aturan baku.
Daya tarik pembelian dalam jumlah besar sangat kuat, terutama ketika Anda melihat perbandingan harga per barang. Sangat mudah untuk terjebak dalam gagasan menghemat dolar per item. Namun, inilah masalahnya, ini hanya akan berhasil jika Anda benar-benar menggunakan semua barang yang Anda beli.
Pertimbangkan risiko barang kadaluarsa sebelum Anda bisa menggunakan semuanya atau ruang penyimpanan ekstra yang dibutuhkan. Terkadang, stres dan ketidaknyamanan lebih besar daripada aspek penghematan biaya.
Jadi, lain kali jika Anda tergoda untuk membeli kacang kalengan dalam jumlah besar, tanyakan pada diri Anda - apakah itu benar-benar layak? Jujurlah dengan kebiasaan konsumsi dan kapasitas penyimpanan Anda sebelum membeli dalam jumlah besar.
2) Penggabungan yang ekstrem
Saya ingat ketika saya pertama kali mencoba melakukan kupon ekstrem. Saya terinspirasi oleh acara reality show di TV di mana orang-orang keluar dari toko dengan membawa troli penuh belanjaan dengan harga beberapa dolar saja.
Jadi, saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggunting kupon, mengaturnya, dan merencanakan perjalanan belanja di sekitar kupon tersebut. Saya mendapati diri saya membeli barang-barang yang sebenarnya tidak saya perlukan hanya karena saya memiliki kupon. Rasanya seperti menang melihat total harga turun di kasir.
Tapi ketika saya mundur selangkah dan benar-benar menghitung waktu yang diinvestasikan dibandingkan dengan penghematan yang dilakukan, ternyata tidak sebanding. Usaha dan waktu yang saya dedikasikan untuk melakukan kupon tidak sebanding dengan uang yang dihemat.
Belum lagi, hal ini mendorong saya untuk melakukan pembelian yang tidak perlu yang akhirnya mengacaukan dapur saya.
Jadi, meskipun kupon bisa menjadi cara yang baik untuk menghemat uang untuk barang-barang yang sudah Anda rencanakan untuk dibeli, kupon yang ekstrem mungkin tidak sepadan dengan usaha yang dilakukan untuk semua orang.
3) Melewatkan merek terkenal sama sekali

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
