
Ilustrasi seseorang yang terlihat cemas atau gelisah meskipun dikelilingi oleh simbol-simbol kesuksesan atau kebahagiaan. (Freepik)
JawaPos.com - Kadang hidup berjalan mulus, karier melejit, hubungan harmonis, atau keuangan stabil, segalanya terasa baik. Momen-momen seperti ini seharusnya bisa dinikmati sepenuhnya tanpa ada kekhawatiran berlebihan yang menghantui pikiran.
Namun, bagi sebagian orang, justru saat keadaan sedang baik-baik saja, ada dorongan internal untuk melakukan sesuatu yang bisa merusak kebaikan itu. Mereka seolah tidak nyaman dengan kesuksesan atau kebahagiaan yang datang menghampiri dirinya.
Dilansirdari Geediting.com pada Jumat (25/4), berikut adalah beberapa ciri umum yang sering muncul pada individu yang cenderung merusak diri sendiri saat segalanya mulai terasa menyenangkan.
1. Mencari Alasan Kenapa Kebaikan Ini Tidak Akan Bertahan
Satu di antara perilaku yang muncul adalah pikiran negatif tentang keberlangsungan hal-hal baik yang sedang terjadi dalam hidup mereka. Mereka cenderung fokus mencari celah atau kekurangan, yakin bahwa kebahagiaan atau kesuksesan yang dirasakan sekarang hanyalah sesuatu yang sementara.
2. Menciptakan Drama atau Konflik Tidak Perlu
Ketika hubungan atau lingkungan sosial terasa damai dan stabil, ada dorongan untuk memancing keributan atau masalah kecil secara sengaja. Mereka mungkin memicu pertengkaran dengan pasangan, teman, atau rekan kerja tanpa alasan jelas yang mendasari.
3. Merasa Cemas Berlebihan saat Keadaan Tenang
Situasi yang tenang dan tanpa gejolak justru bisa membuat mereka merasa gelisah atau tidak nyaman dalam hati mereka. Ada semacam kebutuhan bawah sadar akan kekacauan atau kesulitan untuk merasa 'normal' kembali seperti sebelumnya.
4. Membuat Keputusan Impulsif yang Merugikan
Ketika momentum baik sedang dibangun, mereka bisa tiba-tiba mengambil langkah drastis atau terburu-buru yang berisiko menghancurkan progres. Keputusan gegabah ini sering kali tidak dipikirkan matang dan berdampak buruk pada hasil positif yang sudah dicapai.
5. Menunda Pekerjaan Penting Tanpa Alasan Logis
Alih-alih memanfaatkan energi positif dari pencapaian atau keberhasilan, mereka justru malah menunda tugas-tugas krusial. Perilaku menunda ini bisa memperlambat kemajuan atau bahkan menciptakan masalah baru di masa mendatang yang merugikan.
6. Merasa Tidak Layak Mendapatkan Kesuksesan
Di balik pencapaian yang terlihat dari luar, mungkin ada perasaan mendalam bahwa diri mereka sebenarnya tidak pantas menerima semua kebaikan itu. Keyakinan negatif tentang harga diri ini bisa mendorong mereka untuk secara tidak sadar bertindak dengan cara yang akan 'membuktikan' ketidaklayakan tersebut.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
