Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 20.15 WIB

Orang yang Segera Mematikan Koneksi Internet Usai Mengirim Pesan Penting Biasanya Menunjukkan 6 Ketakutan Halus Ini menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang segera memutus koneksi internet sesaat setelah mengirimkan pesan penting melalui ponselnya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang segera memutus koneksi internet sesaat setelah mengirimkan pesan penting melalui ponselnya. (Freepik)

JawaPos.com – Ada momen ketika kita selesai mengetik dan mengirimkan pesan yang terasa sedikit "risky", berani, atau mungkin sarat emosi, lalu mendadak muncul dorongan kuat untuk segera mematikan koneksi internet kita.

Tindakan cepat memutus sambungan Wi-Fi atau data seluler ini seringkali terasa seperti sebuah respons tubuh otomatis yang muncul tanpa pikir panjang sama sekali.

Gerakan sederhana mematikan internet tepat setelah menekan tombol kirim pesan ternyata bisa menjadi penunjuk adanya beberapa ketakutan tersembunyi yang seringkali tidak kita sadari dalam diri sendiri.

Ketakutan halus ini mungkin berakar dalam tetapi mempengaruhi tindakan spontan kita secara signifikan dalam interaksi digital sehari-hari.

Melansir dari Geediting.com Kamis (24/4), setidaknya ada enam jenis ketakutan yang mendasari kebiasaan unik ini.

  1. Takut akan respons langsung

Satu di antara kekhawatiran utama yang mendorong tindakan ini adalah ketakutan mendalam terhadap balasan atau reaksi cepat, yang mungkin langsung datang dari penerima setelah pesan terbaca.

Tindakan mematikan koneksi internet seolah berfungsi sebagai upaya untuk menciptakan jeda waktu singkat guna menunda atau menghindari kemungkinan munculnya respons yang dirasa kurang menyenangkan.

  1. Takut pada penilaian

Ketakutan ini muncul dari kekhawatiran tentang bagaimana pesan yang baru saja dikirim itu akan ditafsirkan, dihakimi, atau dinilai secara negatif oleh orang lain.

Kita mungkin sangat takut bahwa isi pesan itu akan membuat mereka memiliki pandangan buruk atau prasangka terhadap karakter asli diri kita yang mengirimkannya.

  1. Takut menjadi rentan

Mengirim pesan yang berisi kejujuran emosional, pengakuan pribadi, atau pandangan yang tulus bisa membuat diri kita terasa terbuka dan sangat rentan di hadapan orang lain.

Memutus koneksi internet seperti mencoba menarik diri secara fisik dari situasi digital di mana sisi pribadi atau kerentanan itu baru saja ditampilkan secara terbuka.

  1. Takut akan konsekuensi

Pesan yang terkirim, terutama jika isinya sensitif atau penting, mungkin memiliki potensi untuk menimbulkan dampak atau konsekuensi signifikan dalam hubungan atau situasi yang sedang dihadapi.

Ada tingkat kecemasan tertentu yang terkait dengan potensi efek domino atau reaksi berantai yang bisa terjadi setelah pesan tersebut berhasil terkirim sepenuhnya dan dibaca penerima.

  1. Takut akan penolakan

Jika pesan tersebut berisi ajakan, pengakuan cinta, pernyataan pendapat yang berbeda, atau tawaran, selalu ada risiko kemungkinan penolakan dari pihak penerima.

Mematikan internet terasa seperti usaha bawah sadar untuk menghindari, atau setidaknya menunda momen tidak nyaman saat harus menghadapi respons yang bersifat menolak atau kurang menerima.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore