
Ilustrasi gaya hidup orang kelas menengah yang ingin terlihat kaya namun justru dianggap norak oleh orang kaya asli./Freepik.
JawaPos.com - Banyak orang kelas menengah yang berusaha keras menampilkan citra sebagai sosok sukses dan berlimpah harta, baik demi rasa percaya diri, pengakuan sosial, maupun demi sekadar terlihat ‘naik kelas’ di mata lingkungan.
Sayangnya, dalam upaya tersebut, tidak sedikit dari mereka justru terjebak dalam gaya hidup yang dianggap norak oleh kalangan orang kaya asli.
Alih-alih terlihat elegan atau berkelas, gaya hidup tersebut malah dinilai berlebihan, mencolok, dan terkesan sedang pamer tanpa esensi.
Padahal, orang kaya sejati biasanya menjalani hidup dengan lebih tenang, tidak suka mencolok, dan lebih menghargai kualitas serta kesederhanaan yang bermakna.
Dilansir dari laman Parent From Heart pada Selasa (22/4), berikut merupakan 8 gaya hidup orang kelas menengah yang ingin terlihat kaya namun justru dianggap norak oleh orang kaya asli.
1. Terlalu Banyak Memamerkan Logo Merek
Banyak orang kelas menengah berpikir bahwa memakai pakaian, tas, atau sepatu bermerek terkenal dengan logo besar bisa membuat mereka terlihat lebih kaya atau berkelas.
Mereka sengaja memakai barang dari kepala hingga kaki yang dipenuhi merek mahal agar dilihat oleh orang lain. Namun, bagi orang kaya yang benar-benar sudah mapan, cara ini justru terkesan norak dan terlalu mencolok.
Orang kaya lebih menghargai kesan yang elegan dan tidak berlebihan. Mereka lebih suka memakai pakaian dengan potongan rapi, bahan berkualitas, dan warna yang tenang, tanpa harus menunjukkan merek dari brand besar.
Bagi mereka, gaya sejati tidak butuh pamer logo karena keanggunan bisa terlihat dari kesederhanaan dan selera.
2. Berburu Diskon Secara Berlebihan
Banyak orang merasa sangat senang saat melihat diskon besar-besaran dan langsung membeli banyak barang karena tergoda harga murah.
Namun, kebiasaan ini justru sering membuat orang membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Orang kaya justru jarang berburu diskon karena mereka lebih fokus pada kualitas, bukan kuantitas.
Mereka lebih memilih membeli satu barang berkualitas tinggi yang tahan lama, meskipun harganya mahal, daripada membeli banyak barang murah yang cepat rusak.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
