Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 April 2025 | 17.28 WIB

5 Pengalaman Masa Kecil yang Membuat Seseorang Berubah Karakter Sesuai Situasi

Ilustrasi percakapan di kantor (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu bertemu seseorang yang tampak berbeda karakternya tergantung siapa orang di sekitarnya? Mungkin saat bersamamu dia ceria dan santai, tapi ketika bersama teman lain dia terlihat lebih pendiam atau serius. Fenomena ini, di mana seseorang menyesuaikan kepribadiannya dengan lingkungan, bukanlah tanpa sebab. 

Seringkali, kebiasaan ini terbentuk dari pengalaman mereka saat tumbuh dewasa.
Melansir dari Geediting.com, Minggu (20/4), ada beberapa hal yang mungkin mereka alami di masa kecil yang membuat mereka terbiasa 'berganti kulit' sesuai situasi.

1. Orang Tua yang Sulit Diprediksi

Tumbuh dengan orang tua yang suasana hatinya sering berubah tanpa alasan jelas bisa membuat anak belajar untuk selalu waspada dan menyesuaikan diri agar tetap aman. Mereka mungkin mengembangkan kemampuan untuk 'membaca' ruangan dan mengubah perilaku mereka demi menghindari konflik atau reaksi negatif.

2. Merasa Perlu Menyenangkan Orang Lain

Jika anak tumbuh dalam lingkungan di mana mereka merasa cinta atau penerimaan bersyarat, mereka mungkin belajar bahwa cara untuk mendapatkan persetujuan adalah dengan menjadi apa yang orang lain inginkan. Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, membuat mereka berusaha menyenangkan semua orang dengan mengubah siapa diri mereka.

3. Tidak Merasa Dilihat atau Didengar

Anak-anak yang merasa pendapat atau perasaan mereka tidak penting atau diabaikan bisa belajar untuk menahan diri. Mereka mungkin mulai berpikir bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan perhatian atau diterima adalah dengan berperilaku sesuai harapan orang lain, bukan menjadi diri sendiri.

4. Tumbuh di Lingkungan yang Menuntut Peran Berbeda

Beberapa anak mungkin mengalami situasi di mana mereka harus memainkan peran yang berbeda di rumah dan di luar rumah. Misalnya, di rumah mereka harus bertanggung jawab dan pendiam, tetapi di luar rumah mereka diharapkan menjadi sosial dan supel. Pengalaman ini mengajarkan mereka untuk beralih antar 'persona' dengan mudah.

5. Kritik Konstan

Masa kecil yang dipenuhi kritik, baik dari orang tua, guru, atau teman sebaya, bisa sangat merusak harga diri. Anak mungkin mulai berpikir ada yang 'salah' dengan diri mereka yang sebenarnya. Akibatnya, mereka mencoba berbagai kepribadian yang berbeda, berharap menemukan satu di antara yang akan diterima dan tidak dikritik.

Kemampuan untuk beradaptasi adalah hal yang baik, namun jika itu berarti kehilangan jati diri yang sebenarnya demi menyenangkan orang lain, ini bisa jadi tanda pengalaman masa lalu yang membentuk pola perilaku tersebut. Memahami akar dari kebiasaan ini bisa menjadi langkah awal untuk menjadi lebih otentik dalam berinteraksi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore