
Ilustrasi orang yang punya pasangan narsistik.
JawaPos.com - Memiliki pasangan yang narsistik merupakan sebuah tantangan, karena kita harus terus memahami dan mengikuti sikapnya. Bahkan sering kali hal tersebut menjadi pemicu retaknya hubungan karena sangat melelahkan.
Mengutip dari laman Halodoc pada Rabu (16/04) jika kamu memiliki pasangan yang narsistik, maka akan merasa tidak dihargai, tidak benar-benar dicintai, hanya dimanfaatkan, dan merasa kesepian.
Tentunya jika tidak ada perubahan sikap, lama-lama akan membuat stres. Tapi ada pula orang yang berani bertahan dengan pasangan narsistik dan biasanya mereka memiliki ikatan trauma. Dilansir dari laman Psychology Today pada (16/04) inilah 3 tandanya:
1. Intens dengan drama
Misalnya, saat kamu dan pasangan menghadiri pernikahan teman dekat, pasanganmu akan menghahabiskan duduk di cafe dan menolak undangan tersebut lalu memarahi tanpa sebab. Tapi di sisi lain, keesokan paginya dia akan memberimu sarapan atau membawamu ke restoran mahal.
Sehingga kamu memutuskan untuk menyapu perilaku negatif itu karena segalanya tampak "kembali normal". Tapi pada dasarnya perilaku negatif itu tidak bisa dihilangkan begitu saja.
2. Sering adanya pengabaian emosional
Dia mulai mengabaikanmu dan bisa marah ketika emosimu tidak diakui. Rasa ini sangat menyiksa, dan situasi tersebut dapat berperan pada trauma masa kecil dengan orang tua yang mencintai pasanganmu secara kondisional.
3. Hubungan yang tak berbalas
Meskipun kamu rela melepaskan aspek-aspek penting dalam hidup, tindakan tanpa pamrih ini tidak dibalas oleh pasangan. Pasangan narsistikmu mungkin menimbulkan rasa bersalah dan mengambil sikap korban untuk menyamarkan eksploitasi mereka.
Pintarnya seorang narsistik adalah memainkan akal dan perasaan orang lain, mereka terus memojokkan kita agar merasa bersalah.
Meskipun beberapa sumber mengatakan bahwa narsistik ini tidak bisa disembuhkan, tapi mengutip dari laman Alodokter pada Rabu (16/04) bisa dilakukan dengan dua cara, yakni terapi bicara dan terapi perilaku kognitif.
Bagaimana pun juga, ini adalah gangguan kepribadian yang menyulitkan seseorang berhubungan sosial yang baik dengan orang lain maupun orang terdekat. Jika tidak berusaha untuk berubah, maka akan banyak orang yang menjauh.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
