Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 23.09 WIB

Ternyata Ini Penyebab Seseorang Bisa Melakukan Manipulasi Terhadap Pasangan atau Orang Lain Menurut Psikologi

Ternyata Ini Penyebab Seseorang Bisa Melakukan Manipulasi Terhadap Pasangan atau Orang Lain Menurut Psikologi (yanalya/Freepik) - Image

Ternyata Ini Penyebab Seseorang Bisa Melakukan Manipulasi Terhadap Pasangan atau Orang Lain Menurut Psikologi (yanalya/Freepik)

JawaPos.com - Sering kali kita berfikir, mengapa seseorang dengan mudah memanipulasi dan mengontrol pasangan atau orang lain.

Akan tetapi, perilaku manipulatif ternyata tidak selalu muncul karena seseorang itu memiliki niat yang jahat, lho!

Menurut psikologi, ada banyak alasan kenapa seseorang bisa jadi manipulatif, dan sebagian besar berakar dari masalah yang lebih dalam.

Penasaran seperti apa? Yuk, kita bahas penyebabnya, supaya kita bisa lebih paham.

Dilansir dari Psych Central,  masa kecil yang penuh kontrol atau trauma bisa jadi pemicu utama.

Orang yang tumbuh di lingkungan di mana mereka harus selalu "menyesuaikan diri" demi bertahan hidup, bisa jadi belajar menggunakan manipulasi sebagai alat perlindungan. Mereka belajar bahwa mengendalikan orang lain adalah satu-satunya cara agar mereka merasa aman.

Kemudian, rasa takut ditolak atau ditinggalkan. Banyak pelaku manipulasi yang punya rasa tidak aman yang besar.

Mereka takut ditinggalkan atau kehilangan kontrol, jadi mereka pakai cara manipulatif untuk “mengikat” orang lain, biar nggak pergi. Ini biasanya muncul dalam bentuk guilt-tripping, overprotective, atau posesif.

Ketiga, menurut Verywell Health narsistik atau kecenderungan gangguan kepribadian. Beberapa orang manipulatif punya sifat yang lebih dalam, misalnya kepribadian narsistik atau borderline.

Mereka seringkali tidak bisa melihat batasan sehat dalam hubungan, dan lebih fokus pada kebutuhan sendiri dibanding menghargai perasaan orang lain.

Selain itu, ada juga yang memanipulasi karena terbiasa dan berhasil. Iya, sesimpel itu. Kalau selama ini mereka bisa dapetin apa yang mereka mau dengan cara manipulatif, ya mereka akan terus melakukannya. Ini jadi semacam kebiasaan yang sulit diputus kalau nggak ada yang menyadarkannya.

Tapi ingat, walaupun kita bisa paham penyebabnya, itu tidak berarti kita harus mentoleransi perilakunya. Kita tetap berhak untuk bilang “stop” dan menjaga batasan diri. Kita bisa berempati, tapi tetap harus melindungi diri sendiri.

Jadi, kalau kamu merasa ada seseorang yang sering memainkan perasaanmu, bikin kamu bingung, atau merasa bersalah tanpa sebab jelas, berhati-hatilah. Belajarlah mengenali tanda-tandanya, dan jangan ragu untuk menjaga jarak kalau perlu. Kamu berhak berada di lingkungan yang sehat, saling menghargai, dan mendukung mental kamu untuk tumbuh lebih baik.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore