
Ilustrasi orang yang sedang dalam mode bertahan hidup.
JawaPos.com - Dalam perjalanan hidup yang penuh pasang surut ini terkadang membuat kita bingung, entah harus maju atau mundur. Terkadang pilihan yang tepat adalah berada dalam mode bertahan hidup.
Dikutip dari laman Oke Klinik pada Jumat (11/04) mode bertahan hidup ini terbilang wajar dialami setiap manusia, terlebih saat mereka mengalami trauma. Tapi jika dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, akan menimbulkan stres kronis.
Dilansir dari laman Blog Herald pada Jumat (11/04) inilah 7 tanda bahwa kamu sedang dalam mode bertahan hidup, meskipun semuanya terlihat baik-baik saja:
1. Selalu waspada
Hidup dalam mode bertahan hidup bukan tentang bahaya nyata, ini tentang perasaan terus-menerus gelisah, seolah-olah ada sesuatu yang salah bahkan ketika tidak ada bukti yang menunjukkan itu.
Ini adalah keadaan hiperwaspadaan kronis. Kamu selalu bersiap untuk pukulan metaforis berikutnya, bahkan jika Anda duduk di lingkungan yang aman dan nyaman.
Setiap dering telepon membuat jantung berdebar kencang, setiap ketukan tak terduga di pintu membuat kamu melompat, dan lain sebagainya. Keadaan siaga tinggi ini bisa melelahkan secara mental, membuat kamu tidak sepenuhnya rileks dan menikmati hidup.
2. Terus merasa kelelahan padahal sudah cukup istirahat
Kelelahan tanpa henti ini adalah tanda klasik berada dalam mode bertahan hidup. Seolah-olah tubuh menghabiskan semua energinya untuk tetap waspada, meninggalkan tanpa apapun untuk mendorong aktivitas sehari-hari.
Hal penting yang perlu diingat di sini adalah bahwa tidak normal untuk merasa lelah terus-menerus. Jika kamu sudah cukup tidur tetapi masih merasa lelah, mungkin sudah waktunya untuk mundur dan mengevaluasi diri.
3. Mengalami kesulitan fokus pada saat ini
Saat kamu berada dalam mode bertahan hidup, pikiran sering terjebak dalam lingkaran kekhawatiran masa lalu atau kecemasan masa depan. Perjalanan waktu mental yang konstan ini dapat membuat sulit untuk tetap fokus pada saat ini.
Menariknya, ini mencerminkan temuan dari studi Universitas Harvard yang ditemukan bahwa orang menghabiskan 46,9% jam untuk memikirkan sesuatu selain dari apa yang mereka lakukan saat ini.
4. Berjuang untuk membuat keputusan
Saat kamu berada dalam mode bertahan hidup, bahkan keputusan terkecil pun bisa terasa luar biasa. Seolah-olah otak sudah terbebani dengan tetap waspada terhadap potensi ancaman, dan tidak memiliki bandwidth untuk menangani hal lain.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
