Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 April 2025 | 16.01 WIB

7 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Bagikan di Media Sosial, Menurut Psikologi

Ilustrasi media sosial (Dok. Pexels) - Image

Ilustrasi media sosial (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Dengan sekali klik, siapa pun bisa berbagi momen, pendapat, dan pemikiran dengan dunia.

Awalnya, hal ini terasa menyenangkan—seperti cara cepat untuk tetap terhubung dengan orang-orang atau mengekspresikan diri.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak yang mulai menyadari bahwa tidak semua hal layak untuk dibagikan.

Postingan tertentu bisa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, mulai dari perasaan menyesal hingga merusak hubungan sosial.

Bahkan, penelitian psikologi menunjukkan bahwa beberapa kebiasaan berbagi di media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental, citra diri, dan bagaimana orang lain memandang kita.

Jadi, apa saja hal yang sebaiknya tidak dibagikan di media sosial? Dilansir dari laman smallbiztechnology.com, berikut adalah tujuh di antaranya yang didukung oleh temuan psikologi.

1) Setiap Detail Kehidupan Pribadi

Ada keinginan alami untuk berbagi pengalaman hidup, baik suka maupun duka. Tapi terlalu banyak membagikan kehidupan pribadi, mulai dari konflik keluarga hingga masalah keuangan, justru bisa berbahaya.

Psikologi menunjukkan bahwa berbagi berlebihan dapat meningkatkan stres dan kecemasan, terutama jika tidak mendapatkan respons yang diharapkan.

Selain itu, membagikan terlalu banyak informasi dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap penilaian atau bahkan eksploitasi.

Lebih bijak untuk menyimpan detail pribadi bagi diri sendiri atau berbagi hanya dengan orang-orang terdekat melalui komunikasi langsung. Tidak semua hal perlu diketahui dunia.

2) Postingan Demi Validasi

Mengejar like, komentar, atau share bisa menjadi jebakan psikologis yang berbahaya. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat harga diri bergantung pada opini orang lain, bukan pada penerimaan diri yang sebenarnya.

Menurut psikolog, terus-menerus mencari validasi daring dapat memperburuk perasaan tidak aman dan kecemasan sosial. Alih-alih merasa bahagia, seseorang justru bisa merasa kurang puas dengan diri sendiri ketika tidak mendapatkan perhatian yang diinginkan.

Sebelum mengunggah sesuatu, ada baiknya bertanya: apakah ini dibagikan karena memang ingin berbagi, atau hanya demi mendapat pengakuan? Jika yang kedua, mungkin lebih baik menahan diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore