Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 22.57 WIB

7 Rahasia Ayah yang Tetap Dekat dengan Anak-Anaknya Setelah Dewasa, Menurut Psikologi

Ilustrasi ayah yang berkualitas - Image

Ilustrasi ayah yang berkualitas

JawaPos.com - Menjadi ayah adalah petualangan seumur hidup. Apalagi ketika anak-anak tumbuh dewasa, peran seorang ayah juga ikut berubah. Tak lagi soal mengganti popok atau membantu PR sekolah—kini semuanya tentang menjaga kedekatan emosional tanpa terasa menggurui.

Menariknya, ada pola tertentu yang dilakukan para ayah yang tetap punya hubungan kuat dengan anak-anaknya meski mereka sudah dewasa.

Bukan tindakan besar yang dramatis, tapi kebiasaan sederhana yang membangun hubungan penuh kepercayaan dan saling menghargai.

Berikut tujuh hal yang sering mereka lakukan secara berbeda untuk tetap dekat dengan anak, dikutip dari News Reports, Sabtu (5/4).

1. Lebih Banyak Mendengar, Lebih Sedikit Bicara
Ayah yang sukses menjaga kedekatan dengan anak-anak dewasanya biasanya punya satu kebiasaan kuat: mereka benar-benar mendengarkan.

Mereka nggak sekadar menyimak sambil memikirkan balasan, tapi benar-benar hadir, mengerti, dan menghargai sudut pandang anaknya. Mereka tahu bahwa anaknya sudah jadi pribadi dewasa, punya pengalaman dan cara pandang sendiri.

Bagi mereka, yang penting bukan memberi solusi, tapi menjadi tempat yang aman untuk cerita dan berbagi perasaan. Dan ya, kadang yang dibutuhkan anak-anak mereka hanyalah telinga yang mau mendengarkan.

2. Meluangkan Waktu untuk Momen Bermakna
Banyak ayah yang sengaja menyisihkan waktu—walau cuma sebentar—untuk membangun koneksi yang bermakna. Entah itu dengan rutin ngobrol santai, olahraga bareng, atau sekadar minum kopi sambil curhat.

Bukan soal seberapa sering, tapi soal kualitas momen itu sendiri. Ayah yang selalu menyediakan ruang untuk hadir, meski sibuk atau lelah, menunjukkan bahwa hubungan ini penting dan layak diperjuangkan.

3. Nggak Takut Menunjukkan Emosi
Zaman sudah berubah. Sosok ayah yang kaku dan tertutup emosinya perlahan tergantikan oleh figur yang hangat dan terbuka.

Ayah yang dekat dengan anak-anaknya nggak segan menunjukkan rasa sayang, kebanggaan, bahkan ketakutan dan kerapuhan. Mereka sadar bahwa menunjukkan emosi bukan kelemahan, tapi kekuatan yang memperdalam hubungan.

Studi bahkan menunjukkan bahwa keterbukaan emosional dari ayah bikin anak merasa lebih aman dan terhubung, tak peduli usia mereka.

4. Menghormati Kemandirian Anak
Ketika anak tumbuh dewasa, ayah yang bijak tahu kapan harus mundur selangkah.

Mereka tidak lagi berperan sebagai pemegang kendali, tapi lebih sebagai teman perjalanan yang siap memberi dukungan saat dibutuhkan. Mereka percaya anaknya mampu membuat keputusan sendiri dan belajar dari setiap langkah.

Pendekatan ini bukan berarti lepas tangan, tapi justru menciptakan rasa hormat dan kepercayaan dua arah.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore