Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 April 2025 | 15.44 WIB

8 Alasan Tersembunyi Ketika Seseorang Selalu Menunggu Waktu yang Tepat untuk Memulai Sesuatu: Apa Saja?

Ilustrasi orang yang selalu menunggu waktu yang tepat. - Image

Ilustrasi orang yang selalu menunggu waktu yang tepat.

JawaPos.com - Menunggu waktu yang tepat adalah alasan yang sering diungkapkan kebanyakan orang untuk memulai sesuatu hal, padahal mereka sedang melakukan penundaan.

Mengutip salah satu postingan di akun Linkedin Rangga W. Primanto pada Kamis (03/04) “Kalau kamu selalu menunggu waktu yang tepat untuk memulai segala sesuatu, kamu akan selalu dikalahkan oleh mereka yang hanya bermodal nekat, yang bertindak tanpa banyak berpikir panjang.”

Mungkin kebanyakan dari kita bermaksud ingin menyiapkan segala hal dengan baik, tapi jika terus-menerus menunggu waktu yang tepat bisa saja kita akan tertinggal.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Kamis (03/04) inilah 8 alasan tersembunyi bagi seseorang selalu menunggu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu :

1. Tekanan perfeksionisme

Mari kita jujur bahwa sebagian besar dari "menunggu waktu yang tepat" berasal dari keinginan untuk melakukan sesuatu dengan sempurna. Jika kamu adalah seseorang yang merasa tidak nyaman kecuali setiap detail berbaris, mungkin telah menunda banyak proyek hanya untuk memastikan nol kesalahan.

The American Psychologycal Association (APA) telah menerbitkan penelitian yang menyoroti hubungan antara perfeksionisme dan penundaan. Ketika percaya hanya ada satu cara "sempurna" untuk memulai, menjadi lebih mudah untuk menunda hal-hal sampai keadaan kita selaras dengan sempurna.

Masalahnya adalah, keselarasan itu tidak pernah datang. Itulah alasannya banyak orang perfeksionis akhirnya menunggu jauh lebih lama dari yang diperlukan.

2. Takut akan perubahan

Terkadang ide untuk mengguncang hidupmu baik itu memulai karir baru atau memulai perjalanan kebugaran, akan terasa lebih mengancam daripada tetap terjebak.

Mindful.org membahas bagaimana kita berpegang teguh pada pola yang sudah dikenal karena perubahan memaksa kita untuk mendefinisikan kembali rasa identitas diri.

Jika kamu telah beroperasi di bawah rutinitas atau identitas tertentu selama bertahun-tahun, melangkah ke sesuatu yang segar dapat terasa seperti menarik karpet dari bawah kaki sendiri.

Penantian itu bisa berlama-lama, terutama jika tidak jujur tentang ketakutan yang mendasarinya. Ini membantu untuk mendekati perubahan dalam peningkatan.

Mulailah dengan perubahan kecil, seperti bangun 15 menit lebih awal untuk mengerjakan proyek atau bereksperimen dengan hobi baru seminggu sekali. Tindakan kecil ini memudahkan kamu ke dalam transisi yang lebih besar.

3. Membatasi keyakinan yang ditutupi sebagai logika

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore