Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 April 2025 | 02.51 WIB

Sering Dikenal sebagai Fase Pencarian Jati Diri, Inilah Gejala Seseorang yang Mengalami Quarter Life Crisis

Ilustrasi perempuan sedang mengalami quarter life crisis (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Istilah quarter life crisis atau krisis seperempat kehidupan merujuk pada perasaan cemas dan ragu yang dialami oleh sebagian orang dewasa muda di pertengahan hingga akhir usia 20-an dan awal 30-an.

Hal ini kerap ditandai dengan transisi dari dunia perkuliahan ke dunia kerja, yang biasanya disertai dengan perubahan peran dan bertambahnya rasa tanggung jawab.

Banyak orang di fase kehidupan ini yang mungkin telah memulai karier, menjalin hubungan serius, mandiri secara finansial, dan membangun keluarga.

Namun, bagi sebagian orang, fase ini justru diwarnai dengan perasaan tidak pasti. Mereka mulai mempertanyakan pilihan hidup, identitas diri, dan hubungan mereka. Mereka mungkin merasa lelah dan terhambat oleh kurangnya kemajuan, atau mempertanyakan arah hidup mereka secara keseluruhan.

Melansir dari laman Very Well Mind, berikut adalah beberapa hal yang sering dikaitkan dengan quarter life crisis.

Tanda atau Gejala Penderita Quarter Life Crisis

Hal umum yang sering terjadi bagi penderita fase kehidupan ini sering kali mengalami ambiguitas atau munculnya rasa keraguan tentang status kedewasaan, kebutuhan untuk mengeksplorasi diri.

Bahkan ketidakstabilan dalam hubungan, terlalu fokus pada diri sendiri, serta ketakutan akan kehidupan di masa depan.

Adapun beberapa tanda dan gejala umum yang mungkin dialami, meliputi beberapa hal di antaranya: 

  1. Tidak memiliki tujuan: Sering kali penderita ini merasa hidup tidak memiliki tujuan, sehingga sering merasa gelisah dan memiliki keinginan untuk mengubah sesuatu dalam hidup yang telah dijalani.
  2. Krisis identitas: Sering kali penderita ini mendapati dirinya mempertanyakan akan status identitasnya, termasuk memiliki keraguan tentang keyakinan, tujuan, nilai, dan rasa pada diri sendiri.
  3. Ketidakpastian pekerjaan: Banyak dijumpai bahwa penderita ini tidak yakin tentang karier yang mereka jalani, mereka kerap kali bertanya-tanya apakah telah memilih jalan yang salah dan membuang-buang waktu untuk pendidikan dan pelatihan yang tidak tepat bagi dirinya.
  4. Stres dalam sebuah hubungan: Penderita ini banyak yang merasa tidak yakin tentang hubungan mereka dan bertanya-tanya apakah hubungan romantis dan persahabatan yang mereka jalani akan bertahan lama dan berhasil.
  5. FOMO: Banyak dijunpai pada penderita ini memiliki rasa takut yang sangat besar untuk ketinggalan dalam hal apapun. Sering kali mereka merasa tidak memiliki pencapaian, atau pengalaman yang dialami oleh teman sebaya mereka.
  6. Keragu-raguan: Penderita ini sering kali merasakan kesulitan dalam mengambil keputusandan khawatir tidak bisa mempercayai intuisi yang mereka yakini.
  7. Terisolasi: Bagi penderita ini sering kali mereka merasa terputus dari orang lain, atau mendapati diri mereka menarik diri dari orang-orang terdekat.
  8. Mendekam: Banyak yang merasa bahwa penderita ini mungkin merasa hhidupnya sedang osong dan stagnan, tetapi denganrasa apatis dan putus asa hingga membuat mereka sulit menemukan motivasi untuk dapat berubah.

Jenis-Jenis Penderita Quarter Life Crisis

Para peneliti berpendapat bahwa ada dua tipe utama krisis seperempat kehidupan:

  1. Krisis terkunci dalam: Hal ini lebih mengacu pada perasaan akan memiliki suatu kewajiban untuk tetap menjalankan suatu peran meskipun merasa tidak puas dengan peran tersebut.
  2. Krisis terkunci luar: Hal ini lebih mengacu kepada melibatkan sesuatu dengan ketidakmampuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, Seperti tidak dapat menemukan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Tantangan yang Dihadapi oleh Penderita Quarter Life Crisis

Fase dewasa muda adalah masa penuh tantangan baru dan perubahan hidup yang besar. Terkadang hal ini bisa menyenangkan, tetapi juga dapat menimbulkan stres dan ketidakpastian. Beberapa tantangan yang dapat memicu krisis seperempat kehidupan meliputi:

  1. Ketidakpuasan kerja: Transisi dari perguruan tinggi ke dunia kerja dapat menambah tekanan dan masalah. Sebagian orang mungkin kesulitan mencari pekerjaan atau mengalami kehilangan pekerjaan pertama. Sebagian lainnya mungkin tidak senang dengan karier yang dipilihnya dan mempertanyakan pilihan hidup mereka.
  2. Masalah hubungan: Putus cinta, gejolak romantis, dan perubahan persahabatan dapat menimbulkan stres emosional dan menyebabkan seseorang menjadi terisolasi.
  3. Masalah keuangan: Orang sering menghadapi tekanan keuangan baru, termasuk perumahan, pinjaman mahasiswa, dan tanggung jawab lainnya, hal ini dapat membuat mereka stres dan cemas.
  4. Tekanan dan harapan sosial: Suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain, Lalu kerap kali dituntut akan harapan yang ada pada masyarakat sekitar membuat sebagian penderita ini mudah merasa stres.
  5. Tanggung jawab baru: Banyak orang dewasa muda yang menjalin hubungan yang berkomitmen, memiliki anak, menjalani komitmen sosial, dan menangani pekerjaan. Menyeimbangkan semua tanggung jawab tersebut dan menimbulkan stres serta keraguan.

Bagi pendirita quarter life crisis diharapkan untuk tidak sering-sering menggunakan sosial media. Paparan media sosial dapat memperparah kecemasan dan tekanan ini.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore