Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 April 2025 | 16.41 WIB

Orang yang Salah Pilih Pasangan Hidup Biasanya Mengabaikan 8 Tanda Bahaya Ini Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ilustrasi tanda bahaya salah pilih pasangan menurut psikologi. (Freepik) - Image

Ilustrasi tanda bahaya salah pilih pasangan menurut psikologi. (Freepik)

JawaPos.com – Memilih pasangan hidup bukanlah perkara sepele, karena keputusan ini dapat memengaruhi kebahagiaan dan kesejahteraan jangka panjang. Sayangnya, banyak orang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat karena mengabaikan tanda bahaya yang sebenarnya sudah jelas terlihat.

Dilansir dari geediting.com, diterangkan bahwa terdapat delapan tanda bahaya yang diabaikan seseorang ketika mereka salah pilih pasangan menurut Psikologi.

1. Memahami pola inkonsistensi

Dalam suatu hubungan romantis, konsistensi menjadi fondasi penting yang sering terabaikan. Seseorang yang hari ini penuh perhatian namun esok hari berubah menjadi dingin dan menjauh seharusnya menjadi pertanda yang perlu diperhatikan.

Terkadang kita berusaha merasionalisasi perilaku tidak konsisten ini dengan berbagai alasan seperti stres kerja atau masalah eksternal lainnya. Bagaimanapun, konsistensi bukanlah sesuatu yang bisa dinegosiasikan dalam hubungan karena hal ini berkaitan erat dengan stabilitas emosi dan komitmen pasangan.

2. Perilaku tidak menghargai yang tersamar

Tindakan merendahkan yang disamarkan sebagai lelucon menjadi tanda bahaya yang sering diabaikan dalam hubungan. Misalnya ketika pasangan membuat komentar sarkastis tentang pilihan karier atau keputusan pribadi di depan umum, lalu menyamarkannya sebagai candaan.

Meskipun tampak sepele, perilaku tidak menghargai semacam ini dapat mengikis rasa percaya diri secara perlahan. Sikap merendahkan, sekecil apapun, tidak boleh dianggap wajar karena dapat menciptakan dinamika tidak sehat dalam hubungan.

3. Ketidaksesuaian nilai hidup

Perbedaan nilai-nilai fundamental antara pasangan bisa menjadi bom waktu dalam hubungan. Meski ada anggapan bahwa cinta bisa mengatasi segala perbedaan, penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa pasangan dengan nilai-nilai hidup yang selaras memiliki peluang lebih besar untuk membangun hubungan yang langgeng.

Hal ini mencakup pandangan tentang keluarga, pengelolaan keuangan, hingga tujuan masa depan yang seringkali diabaikan saat jatuh cinta. Perbedaan nilai yang terlalu mendasar berpotensi menimbulkan konflik berkelanjutan dan rasa kecewa yang mendalam.

4. Perilaku mengontrol berkedok perhatian

Kontrol yang berlebihan sering dikamuflase sebagai bentuk kepedulian dalam hubungan. Pasangan yang terus-menerus mengecek keberadaan, membatasi pergaulan dengan teman atau keluarga, atau mengatur setiap keputusan pribadi bukanlah manifestasi dari kasih sayang.

Hal ini sering dilegitimasi dengan ungkapan seperti “Aku melakukan ini karena mencintaimu” atau “Aku hanya mengkhawatirkanmu.” Perlu dipahami bahwa cinta sejati memberikan ruang untuk berkembang dan menghargai batasan pribadi, bukan mengekang.

5. Ketidaksiapan berbagi emosi

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore