Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 19.57 WIB

Bahaya Memberi Pujian Berlebihan Menurut Psikologi, Bisa Membawa Dampak Negatif Berikut Ini

Dampak Pujian Berlebihan (Pexels) - Image

Dampak Pujian Berlebihan (Pexels)

JawaPos.com – Pujian ada kalanya mampu memberikan motivasi positif kepada seseorang. Tapi jika dilakukan secara berlebihan, pujian justru bisa membawa dampak buruk.

Hal ini lah yang diungkapkan oleh Mark Tyrrell, seorang hipnoterapis dan pelatih psikologi melalui kanal YouTube-nya.

Menurutnya, penelitian pun menunjukan bahwa pujian berlebihan secara terus menerus, dapat memicu pengaruh negatif terhadap harga diri dan efektivitas pribadi seseorang.

Kecanduan Pujian

Pada era tahun 1980-an dan 1990-an, muncul gerakan ‘self esteem’, dimana ada teori yang mempercayai semakin banyak pujian yang diberikan, maka semakin baik. Artinya, seseorang yang kerap dipuji bisa semakin cerdas atau sukses.

Mark Tyrrell tak satu pendapat mengenai hal ini. Dia lantas mengibaratkan makanan bernutrisi dan obat yang memiliki manfaat apabila dikonsumsi dalam dosis tepat.

Ketika terlalu banyak, bukannya sehat justru akan menimbulkan penyakit. Begitu juga pujian yang sebaiknya dilontarkan secukupnya.

Pasalnya, terus menerus memuji seseorang dikatakan Mark bakal membuatnya menjadi kecanduan. Alhasil, seseorang merasa tidak bisa melakukan apapun tanpa pengakuan.

Tanpa Pujian Akan Kehilangan Motivasi

Journal of Personality and Social Psychology pada tahun 1998 silam tercantum mengenai dampak anak-anak yang melakukan aktivitas dengan imbalan hadiah. Studi tersebut menjelaskan, anak-anak mulai kehilangan minat pada aktivitas tertentu apabila hadih tidak lagi diberikan.

Hal ini dianggap berlaku pada pemberian pujian. Jika seseorang bisa menerima sanjungan secara berlebihan, bukan tidak mungkin saat tidak lagi diberikan dia bakal kehilangan motivasi dalam melakukan sesuatu.

Menurunkan Standar

Education Maintenance Allowance (EMA) pernah memberikan tunjangan sebesar 30 pound setiap minggunya kepada siswa yang hadir dalam kelas, bukan fokus pada prestasi. Tujuannya, diharapkan lebih banyak siswa yang semangat untuk sekolah.

Memang benar anak yang rajin datang ke sekolah, namun mereka merasa tidak perlu berusaha lebih keras agar berprestasi. Pada Intinya, memberikan imbalas berupa hadiah atau pujian untuk sesuatu yang memang seharusnya normal dilakukan (seperti hadir ke sekolah) akan mengurangi motivasi seseorang untuk berusaha lebih baik.

Pujian memang bisa menjadi penyemangat, tetapi jika berlebihan, justru bisa membawa dampak psikologis yang kurang baik. Alih-alih membuat seseorang lebih percaya diri, pujian berlebihan bisa menurunkan motivasi dan ketergantungan pada validasi eksternal. Jadi, bijaklah dalam memberikan apresiasi agar tetap bermakna dan membangun.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore