Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 15.50 WIB

Ciri-ciri Pembohong Ulung: 9 Frasa Orang Bermuka Dua yang Tidak Jujur dan Tidak Tulus dalam Percakapan, Menurut Psikologi

Ilustrasi frasa yang sering diucapkan oleh orang bermuka dua atau pembohong ulung yang tidak jujur dan tidak tulus dalam percakapan, menurut psikologi./Freepik. - Image

Ilustrasi frasa yang sering diucapkan oleh orang bermuka dua atau pembohong ulung yang tidak jujur dan tidak tulus dalam percakapan, menurut psikologi./Freepik.

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berinteraksi dengan berbagai macam orang, termasuk mereka yang tidak selalu berkata jujur atau tulus.

Pembohong ulung biasanya memiliki cara tersendiri untuk memanipulasi lawan bicaranya, salah satunya dengan menggunakan frasa-frasa tertentu yang tampaknya biasa saja, tetapi sebenarnya memiliki maksud tersembunyi.

Orang bermuka dua sering kali terdengar meyakinkan, tetapi jika diperhatikan lebih dalam, ada pola kata-kata yang mereka gunakan untuk menghindari tanggung jawab, membelokkan fakta, atau bahkan memanipulasi emosi kita.

Psikologi mengungkap bahwa ada beberapa frasa khas yang kerap digunakan oleh individu yang tidak jujur dan tidak tulus dalam percakapan.

Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Selasa (11/3), berikut merupakan 9 frasa orang bermuka dua atau pembohong ulung yang tidak jujur dan tidak tulus dalam percakapan, menurut psikologi.

1. “Percayalah padaku.”

Ungkapan ini sebenarnya biasa digunakan untuk meyakinkan seseorang. Namun, jika terlalu sering diucapkan, terutama dalam situasi yang tidak membutuhkan jaminan kepercayaan, bisa jadi itu tanda seseorang sedang berbohong atau tidak tulus.

Orang yang tidak jujur sering menggunakannya untuk membuat Anda merasa aman atau mengabaikan kekhawatiran Anda tanpa benar-benar memberikan solusi.

Jika seseorang terus-menerus meminta kepercayaan tanpa membuktikannya dengan tindakan, itu adalah tanda bahaya.

Biasanya, mereka mengatakan ini saat ingin meyakinkan Anda tentang sesuatu yang sebenarnya mencurigakan atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Kepercayaan seharusnya diperoleh dari tindakan nyata, bukan sekadar diminta dengan kata-kata.

2. “Aku tidak pernah berbohong.”

Meskipun terdengar seperti sesuatu yang hanya akan dikatakan oleh orang jujur, sebenarnya ini bisa menjadi tanda sebaliknya. Semua orang pasti pernah berbohong di suatu titik dalam hidupnya, meskipun hanya kebohongan kecil.

Jika seseorang merasa perlu untuk terus-menerus menegaskan bahwa mereka tidak pernah berbohong, bisa jadi mereka justru sedang menutupi sesuatu.

Orang yang tidak jujur sering menggunakan ungkapan ini untuk mengalihkan perhatian dari perilaku mereka yang sebenarnya. Kejujuran sejati ditunjukkan melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.

3. “Orang lain juga melakukannya…”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore