
seseorang yang tetap cerdas di usia tua ./Freepik/Lifestylememory
JawaPos.com - Menua adalah proses alami yang tak bisa dihindari. Rambut memutih, kulit mulai keriput, tenaga berkurang—semua itu dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.
Namun, satu hal yang sering dianggap “wajar” padahal tidak seharusnya adalah penurunan fungsi kognitif.
Banyak orang menganggap bahwa menjadi pelupa, lambat berpikir, dan sulit fokus adalah konsekuensi pasti dari bertambahnya usia. Padahal, menurut psikologi dan ilmu saraf modern, penurunan kecerdasan mental bukanlah sesuatu yang tak terelakkan.
Faktanya, ada orang-orang yang tetap tajam secara mental hingga usia 70, 80, bahkan 90 tahun. Mereka mampu berpikir jernih, berdiskusi dengan logis, mengambil keputusan dengan bijak, dan belajar hal baru meski usia sudah lanjut.
Jika diamati, mereka bukan hanya “beruntung secara genetik”, tetapi hampir selalu memiliki pola kebiasaan harian tertentu yang konsisten dilakukan sepanjang hidup—termasuk setelah masa pensiun.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa banyak orang justru mulai kehilangan kebiasaan-kebiasaan penting ini ketika mereka pensiun. Rutinitas berubah, struktur hidup hilang, tantangan mental berkurang, dan perlahan otak tidak lagi distimulasi secara optimal.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (12/2), terdapat 3 kebiasaan harian utama yang hampir selalu dimiliki orang-orang yang tetap cerdas hingga usia 80-an, dan sayangnya sering ditinggalkan setelah pensiun.
Baca Juga: Mengenal Telur Pitan: Telur 1000 Tahun yang Kaya Protein, Rendah Karbohidrat dan Bagus untuk Hati Kita
1. Terus Menggunakan Otak Secara Aktif (Bukan Sekadar “Mengisi Waktu”)
Banyak pensiunan mengisi hari dengan aktivitas pasif: menonton TV berjam-jam, scrolling media sosial, atau melakukan rutinitas yang sama tanpa tantangan kognitif. Secara psikologis, ini disebut sebagai cognitive underload—kondisi ketika otak tidak lagi diberi rangsangan yang cukup.
Orang-orang yang tetap tajam secara mental justru melakukan hal sebaliknya. Mereka secara sadar menantang otaknya setiap hari, misalnya dengan:
Membaca buku yang menuntut pemahaman (bukan sekadar hiburan ringan)
Menulis (jurnal, catatan refleksi, opini)
Belajar hal baru (bahasa, alat musik, teknologi)
Diskusi mendalam dengan orang lain
Memecahkan masalah dan teka-teki yang bermakna

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
