Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Februari 2026 | 22.17 WIB

Orang-orang yang Tetap Cerdas hingga Usia 80-an Hampir Selalu Memiliki 3 Kebiasaan Harian Ini yang Kebanyakan Orang Tinggalkan Setelah Pensiun

seseorang yang tetap cerdas di usia tua ./Freepik/Lifestylememory - Image

seseorang yang tetap cerdas di usia tua ./Freepik/Lifestylememory

JawaPos.com - Menua adalah proses alami yang tak bisa dihindari. Rambut memutih, kulit mulai keriput, tenaga berkurang—semua itu dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.

Namun, satu hal yang sering dianggap “wajar” padahal tidak seharusnya adalah penurunan fungsi kognitif.

Banyak orang menganggap bahwa menjadi pelupa, lambat berpikir, dan sulit fokus adalah konsekuensi pasti dari bertambahnya usia. Padahal, menurut psikologi dan ilmu saraf modern, penurunan kecerdasan mental bukanlah sesuatu yang tak terelakkan.

Faktanya, ada orang-orang yang tetap tajam secara mental hingga usia 70, 80, bahkan 90 tahun. Mereka mampu berpikir jernih, berdiskusi dengan logis, mengambil keputusan dengan bijak, dan belajar hal baru meski usia sudah lanjut.

Jika diamati, mereka bukan hanya “beruntung secara genetik”, tetapi hampir selalu memiliki pola kebiasaan harian tertentu yang konsisten dilakukan sepanjang hidup—termasuk setelah masa pensiun.

Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa banyak orang justru mulai kehilangan kebiasaan-kebiasaan penting ini ketika mereka pensiun. Rutinitas berubah, struktur hidup hilang, tantangan mental berkurang, dan perlahan otak tidak lagi distimulasi secara optimal.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (12/2), terdapat 3 kebiasaan harian utama yang hampir selalu dimiliki orang-orang yang tetap cerdas hingga usia 80-an, dan sayangnya sering ditinggalkan setelah pensiun.

Baca Juga: Mengenal Telur Pitan: Telur 1000 Tahun yang Kaya Protein, Rendah Karbohidrat dan Bagus untuk Hati Kita

1. Terus Menggunakan Otak Secara Aktif (Bukan Sekadar “Mengisi Waktu”)

Banyak pensiunan mengisi hari dengan aktivitas pasif: menonton TV berjam-jam, scrolling media sosial, atau melakukan rutinitas yang sama tanpa tantangan kognitif. Secara psikologis, ini disebut sebagai cognitive underload—kondisi ketika otak tidak lagi diberi rangsangan yang cukup.

Orang-orang yang tetap tajam secara mental justru melakukan hal sebaliknya. Mereka secara sadar menantang otaknya setiap hari, misalnya dengan:

Membaca buku yang menuntut pemahaman (bukan sekadar hiburan ringan)

Menulis (jurnal, catatan refleksi, opini)

Belajar hal baru (bahasa, alat musik, teknologi)

Diskusi mendalam dengan orang lain

Memecahkan masalah dan teka-teki yang bermakna

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore