
seseorang yang memperhatikan saat orang lain berbicara./Freepik/freepik
JawaPos.com - Manusia bisa mengganti pakaian, gaya bicara, aksen, bahkan lingkungan pergaulan. Tapi ada satu hal yang jauh lebih sulit disamarkan: pola bahasa dan referensi kultural yang terbentuk sejak kecil.
Kata-kata tertentu bukan sekadar bahasa — mereka adalah jejak pengalaman hidup.
Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), terdapat 9 kata/ungkapan yang sering secara tidak sadar membuka “asal kelas sosial” seseorang, bahkan ketika mereka berusaha keras tampil netral atau “naik kelas”:
1. “Orang biasa”
Kalimat seperti:
“Saya cuma orang biasa.”
Biasanya bukan sekadar kerendahan hati, tapi refleksi posisi sosial.
Orang dari kelas mapan cenderung berkata:
“Saya hidup sederhana.”
Sedangkan “orang biasa” lebih sering lahir dari pengalaman hidup tanpa privilese struktural.
2. “Yang penting kerja dulu”
Fokus pada bertahan hidup, bukan aktualisasi diri.
Kelas pekerja cenderung berbicara soal:
stabilitas
penghasilan tetap
keamanan ekonomi

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
