
seseorang yang tetap bahagia di usia tua./Freepik/nomadsoul1
JawaPos.com - Usia 70-an sering kali dipandang sebagai fase “senja kehidupan”. Namun psikologi modern justru menemukan fakta yang menarik: banyak orang melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih stabil dan mendalam di usia lanjut dibanding masa mudanya.
Bukan karena hidup mereka bebas masalah, melainkan karena mereka berhenti melakukan hal-hal tertentu yang selama ini tanpa sadar menggerogoti kebahagiaan.
Kebahagiaan di usia tua bukan hasil keberuntungan semata. Ia adalah akumulasi dari keputusan mental, kebiasaan emosional, dan cara memandang hidup yang terus disempurnakan.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (9/1), orang-orang yang tetap bahagia di usia 70-an umumnya telah mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan-kebiasaan berikut—kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi menurut psikologi, sangat menguras energi batin.
1. Terlalu Keras Menghakimi Diri Sendiri
Di usia muda, banyak orang hidup dengan suara batin yang kejam: menyesali pilihan, menyalahkan kegagalan, dan membandingkan diri dengan versi ideal yang tak pernah tercapai.
Orang bahagia di usia 70-an belajar berdamai dengan ketidaksempurnaan.
Mereka memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari perjalanan, bukan bukti kegagalan diri. Psikologi menyebut ini sebagai self-compassion, kunci penting kesehatan mental jangka panjang.
2. Kebiasaan Membandingkan Hidup dengan Orang Lain
Membandingkan diri adalah pencuri kebahagiaan klasik. Di usia lanjut, orang-orang yang bahagia menyadari bahwa setiap orang memiliki garis hidup yang unik.
Alih-alih bertanya, “Mengapa hidupku tidak seperti mereka?”, mereka bertanya, “Apa yang masih bisa kusyukuri hari ini?” Perubahan fokus ini secara signifikan menurunkan kecemasan dan meningkatkan kepuasan hidup.
3. Menyimpan Dendam Terlalu Lama
Psikologi konsisten menunjukkan bahwa dendam adalah beban emosional yang berat. Orang yang bahagia di usia 70-an biasanya tidak lagi membawa luka lama ke setiap fase hidup.
Bukan berarti mereka melupakan semuanya, tetapi mereka memilih melepaskan. Melepaskan dendam bukan hadiah untuk orang lain—itu adalah hadiah untuk ketenangan diri sendiri.
4. Merasa Harus Selalu Menyenangkan Semua Orang
Di usia lanjut, banyak orang akhirnya menyadari satu kebenaran penting: tidak semua orang harus menyukai kita.
Mereka berhenti mengorbankan energi, waktu, dan nilai diri demi memenuhi ekspektasi yang tak ada habisnya. Psikologi menyebut batasan personal yang sehat sebagai fondasi kesejahteraan emosional.
5. Terlalu Terikat pada Masa Lalu
Mengenang masa lalu bisa manis, tetapi hidup di dalamnya bisa melelahkan. Orang yang bahagia di usia 70-an tidak menjadikan masa lalu sebagai penjara emosional.
Mereka mengambil pelajaran, bukan penyesalan. Fokus mereka adalah pada apa yang masih bisa dialami, bukan pada apa yang sudah hilang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
