Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Januari 2026 | 17.18 WIB

Tetap Bahagia di Usia 70-an Biasanya Mengucapkan Selamat Tinggal pada 9 Kebiasaan Ini yang Diam-Diam Menguras Kebahagiaan Menurut Psikologi

seseorang yang tetap bahagia di usia tua./Freepik/nomadsoul1 - Image

seseorang yang tetap bahagia di usia tua./Freepik/nomadsoul1

JawaPos.com - Usia 70-an sering kali dipandang sebagai fase “senja kehidupan”. Namun psikologi modern justru menemukan fakta yang menarik: banyak orang melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih stabil dan mendalam di usia lanjut dibanding masa mudanya.

Bukan karena hidup mereka bebas masalah, melainkan karena mereka berhenti melakukan hal-hal tertentu yang selama ini tanpa sadar menggerogoti kebahagiaan.

Kebahagiaan di usia tua bukan hasil keberuntungan semata. Ia adalah akumulasi dari keputusan mental, kebiasaan emosional, dan cara memandang hidup yang terus disempurnakan.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (9/1), orang-orang yang tetap bahagia di usia 70-an umumnya telah mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan-kebiasaan berikut—kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi menurut psikologi, sangat menguras energi batin.

1. Terlalu Keras Menghakimi Diri Sendiri

Di usia muda, banyak orang hidup dengan suara batin yang kejam: menyesali pilihan, menyalahkan kegagalan, dan membandingkan diri dengan versi ideal yang tak pernah tercapai.
Orang bahagia di usia 70-an belajar berdamai dengan ketidaksempurnaan.

Mereka memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari perjalanan, bukan bukti kegagalan diri. Psikologi menyebut ini sebagai self-compassion, kunci penting kesehatan mental jangka panjang.

2. Kebiasaan Membandingkan Hidup dengan Orang Lain

Membandingkan diri adalah pencuri kebahagiaan klasik. Di usia lanjut, orang-orang yang bahagia menyadari bahwa setiap orang memiliki garis hidup yang unik.
Alih-alih bertanya, “Mengapa hidupku tidak seperti mereka?”, mereka bertanya, “Apa yang masih bisa kusyukuri hari ini?” Perubahan fokus ini secara signifikan menurunkan kecemasan dan meningkatkan kepuasan hidup.

3. Menyimpan Dendam Terlalu Lama

Psikologi konsisten menunjukkan bahwa dendam adalah beban emosional yang berat. Orang yang bahagia di usia 70-an biasanya tidak lagi membawa luka lama ke setiap fase hidup.
Bukan berarti mereka melupakan semuanya, tetapi mereka memilih melepaskan. Melepaskan dendam bukan hadiah untuk orang lain—itu adalah hadiah untuk ketenangan diri sendiri.

4. Merasa Harus Selalu Menyenangkan Semua Orang

Di usia lanjut, banyak orang akhirnya menyadari satu kebenaran penting: tidak semua orang harus menyukai kita.
Mereka berhenti mengorbankan energi, waktu, dan nilai diri demi memenuhi ekspektasi yang tak ada habisnya. Psikologi menyebut batasan personal yang sehat sebagai fondasi kesejahteraan emosional.

5. Terlalu Terikat pada Masa Lalu

Mengenang masa lalu bisa manis, tetapi hidup di dalamnya bisa melelahkan. Orang yang bahagia di usia 70-an tidak menjadikan masa lalu sebagai penjara emosional.
Mereka mengambil pelajaran, bukan penyesalan. Fokus mereka adalah pada apa yang masih bisa dialami, bukan pada apa yang sudah hilang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore