Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Desember 2025 | 23.37 WIB

8 Kebiasaan Saat Liburan yang Tanpa Disadari Mengungkap Apakah Seseorang Dibesarkan di Keluarga Kaya atau Kelas Pekerja Menurut Psikologi

seseorang yang spontan dalam merencanakan liburan ./Freepik/freepik - Image

seseorang yang spontan dalam merencanakan liburan ./Freepik/freepik

JawaPos.com - Liburan sering dianggap sebagai momen paling netral dalam hidup: waktu untuk bersantai, melepas stres, dan menjauh dari rutinitas.

Namun menurut psikologi sosial, cara seseorang berlibur justru menjadi “cermin halus” dari latar belakang keluarganya sejak kecil.

Bukan soal pamer harta atau tidak, melainkan pola pikir, rasa aman finansial, dan nilai-nilai yang tertanam sejak masa kanak-kanak.

Orang yang dibesarkan di keluarga kaya dan mereka yang tumbuh di keluarga kelas pekerja sama-sama bisa menikmati liburan. Tetapi kebiasaan kecil—cara merencanakan, mengeluarkan uang, hingga memaknai waktu istirahat—sering kali berbeda secara psikologis.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (23/12), terdapat delapan kebiasaan liburan yang secara tidak sadar dapat mengungkap latar belakang tersebut.

1. Cara Merencanakan Liburan: Spontan vs Sangat Terstruktur

Orang yang dibesarkan di keluarga kaya cenderung lebih santai dalam perencanaan. Mereka nyaman memesan tiket mendadak, mengubah rencana di tengah jalan, atau menambah pengeluaran jika merasa perlu.

Psikolog menyebut ini sebagai sense of financial safety—keyakinan bawah sadar bahwa “kalau salah ambil keputusan, masih ada cadangan.”

Sebaliknya, mereka yang tumbuh di keluarga kelas pekerja biasanya merencanakan liburan dengan sangat detail.

Dari tanggal, biaya, hingga daftar pengeluaran kecil dicatat rapi. Ini bukan karena pelit, tetapi karena sejak kecil terbiasa bahwa kesalahan kecil bisa berdampak besar pada keuangan keluarga.

2. Fokus Liburan: Pengalaman atau Efisiensi

Latar belakang keluarga kaya sering membentuk pola pikir bahwa liburan adalah tentang pengalaman dan kenangan. Mereka lebih rela membayar mahal untuk pemandangan, kenyamanan, atau cerita unik.

Sementara itu, kelas pekerja cenderung melihat liburan sebagai hasil dari kerja keras, sehingga nilai efisiensi sangat dijunjung. Pertanyaan yang sering muncul adalah:
“Apakah ini sepadan dengan uangnya?”

Psikologi menyebut ini sebagai perbedaan orientasi antara experience-based mindset dan value-based mindset.

3. Sikap terhadap Istirahat Total

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore