
seseorang yang dibesarkan dengan harapan tinggi./Freepik/freepik
JawaPos.com - Dalam banyak keluarga, anak dibesarkan dengan standar tinggi: nilai harus bagus, perilaku harus sempurna, dan segala sesuatu harus menunjukkan “kebanggaan” orang tua.
Namun tidak semua standar tersebut diiringi dukungan emosional yang memadai.
Banyak anak belajar bahwa pencapaian lebih penting daripada perasaan, performa lebih dihargai daripada kedekatan, dan kesalahan dianggap ancaman, bukan kesempatan belajar.
Psikologi perkembangan menjelaskan bahwa pola asuh dengan high expectations tetapi low warmth dapat membentuk karakter tertentu ketika sang anak tumbuh dewasa.
Sifat-sifat ini bukan “cacat”, melainkan pola pertahanan diri yang terbentuk karena kebutuhan emosional penting—diterima, dilihat, dicintai—tidak terpenuhi secara konsisten.
Dilansir dari Geediting pada Senin (1/12), terdapat tujuh sifat yang kerap muncul ketika seseorang tumbuh besar dalam lingkungan seperti ini.
1. Perfeksionisme yang Melelahkan
Anak dengan tuntutan tinggi tanpa kehangatan sering belajar bahwa nilai diri mereka ditentukan oleh performa.
Saat dewasa, ini bisa berkembang menjadi perfeksionisme ekstrem: takut gagal, sulit memulai proyek, atau bekerja secara berlebihan.
Bagi mereka, kesalahan bukan sekadar kesalahan—melainkan ancaman terhadap harga diri.
2. Sulit Mengenali dan Mengekspresikan Emosi
Kurangnya kehangatan membuat anak jarang diberi ruang untuk merasakan, apalagi mengekspresikan emosinya.
Ketika dewasa, mereka mungkin menjadi individu yang “tahu apa yang harus dilakukan”, tetapi tidak tahu apa yang mereka rasakan.
Emosi seperti sedih, marah, atau kecewa sering ditekan, sehingga muncul sebagai kekosongan emosional atau ledakan kecil yang tiba-tiba.
3. Ketergantungan pada Validasi Eksternal

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
