Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Oktober 2025 | 15.55 WIB

7 Kebiasaan Halus Tak Disadari yang Membuat Orang Lain Merasa Terkuras Emosinya

Ilustrasi dua orang berbicara dengan satu orang tampak kelelahan, melambangkan interaksi yang menguras emosi./Freepik - Image

Ilustrasi dua orang berbicara dengan satu orang tampak kelelahan, melambangkan interaksi yang menguras emosi./Freepik

JawaPos.com - Dalam interaksi sehari-hari, beberapa kebiasaan dapat membuat Anda terlihat menguras emosi orang lain. Perilaku ini biasanya tidak disengaja, namun bisa membuat teman atau rekan merasa terbebani. Perbedaannya terletak pada kesadaran diri.

Seringkali hal ini berasal dari perilaku yang membuat orang lain merasa terbebani atau kewalahan. Melansir dari Geediting.com Sabtu (11/10), psikologi menyebutkan ada tujuh kebiasaan halus yang dapat memberikan kesan tersebut. Memahami kebiasaan ini penting untuk membangun hubungan yang lebih sehat.

Berikut adalah tujuh kebiasaan yang dapat membuat orang lain melihat Anda sebagai penguras emosi:

  1. Negativitas Konstan

Semua orang punya hari buruk, tetapi terus-menerus berkutat pada hal negatif bisa memberatkan orang lain. Mereka mungkin merasa harus membawa beban emosional Anda di atas beban mereka sendiri. Ini tentang mencapai pandangan hidup yang seimbang.

  • Kebutuhan Berlebihan

  • Ketergantungan terus-menerus pada orang lain untuk perhatian dan pengesahan sangat melelahkan. Orang lain mungkin merasa bertanggung jawab penuh atas kebahagiaan Anda. Penting untuk mencari keseimbangan antara bersandar pada orang lain dan kemandirian diri.

  • Kurangnya Empati

  • Berinteraksi dengan seseorang yang tidak dapat menempatkan diri pada posisi Anda terasa seperti berteriak ke dalam kekosongan. Kurangnya validasi dan pemahaman ini menguras emosi orang lain. Empati adalah tentang mengakui dan menanggapi perasaan orang lain dengan tepat.

  • Selalu Memainkan Peran Korban

  • Orang yang terus-menerus melihat diri mereka sebagai korban dapat menciptakan siklus negativitas. Mentalitas korban abadi ini menular dan menguras energi emosional orang di sekitarnya. Fokus pada pencarian solusi dan bergerak maju adalah hal yang lebih sehat.

  • Terlalu Fokus pada Diri Sendiri

  • Mengubah setiap percakapan agar berpusat pada diri sendiri membuat interaksi menjadi timpang. Ini membuat orang lain merasa tidak didengar dan tidak penting dalam percakapan. Usahakan untuk menjadi pendengar yang lebih baik, sehingga interaksi terjadi dua arah.

  • Menghindari Tanggung Jawab Pribadi

  • Menghindari tanggung jawab atas kesalahan atau tindakan dapat membebani orang lain dengan dampak emosionalnya. Melelahkan bagi orang lain jika harus terus membersihkan kekacauan yang Anda sebabkan. Mengakui peran Anda dalam situasi yang ada justru akan memperkuat ikatan hubungan.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore