Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 23.54 WIB

Jika Anda Benar-Benar Ingin Memancarkan Kepercayaan Diri, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Kesalahan Lemari Pakaian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang memancarkan kepercayaan diri


JawaPos.com - Berpakaian bukan sekadar soal mengikuti tren. 

 
Cara kita memilih pakaian, memadukan warna, hingga merawatnya ternyata dapat mencerminkan siapa diri kita. 
 
Lebih dari itu, pakaian mampu membentuk persepsi orang lain terhadap kita, bahkan memengaruhi bagaimana kita menilai diri sendiri. 
 
 
Dalam psikologi, konsep ini dikenal sebagai “enclothed cognition” — gagasan bahwa apa yang kita kenakan dapat memengaruhi emosi, perilaku, dan tingkat kepercayaan diri.

Sayangnya, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan dalam lemari pakaian yang justru membuat citra diri tampak kurang rapi, kurang percaya diri, bahkan kehilangan kesan elegan. 
 
Dilansir dari Geediting pada Jumat (5/9), jika Anda ingin benar-benar memancarkan aura percaya diri sekaligus kelas, sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada delapan kesalahan berikut ini.
 
Baca Juga: Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar yang Efektif Menurut Psikologi, Bikin Fokus Lebih Lama Tanpa Mudah Bosan

1. Menyimpan Pakaian yang Tidak Lagi Pas


Mungkin ada celana favorit yang sudah sempit atau blazer yang kebesaran, dan Anda berharap suatu hari bisa kembali memakainya. 
 
Namun, menurut psikologi, menyimpan pakaian yang tidak sesuai ukuran hanya memperkuat rasa frustrasi dan ketidakpuasan tubuh. 
 
Lebih baik memilih busana yang benar-benar pas saat ini, sehingga setiap kali bercermin, Anda melihat versi terbaik diri Anda.

2. Terjebak pada Warna yang Itu-Itu Saja


Banyak orang hanya bermain aman dengan hitam, abu-abu, atau biru tua. 
 
Meski warna netral memberi kesan profesional, terlalu membatasi diri bisa membuat penampilan terlihat monoton dan membosankan. 
 
Warna memiliki kekuatan psikologis—merah meningkatkan rasa percaya diri, biru menenangkan, hijau memberi kesan seimbang. 
 
Perpaduan yang tepat akan menambah aura berkelas tanpa perlu berlebihan.

3. Membiarkan Pakaian Kusut atau Lusuh


Sebuah kemeja kusut bisa mengirim pesan yang sangat kuat: “Saya kurang peduli.” 
 
Padahal, dalam kesan pertama, detail kecil seperti ini sangat menentukan. 
 
Psikologi sosial menunjukkan bahwa kerapian berhubungan langsung dengan kredibilitas. 
 
Jadi, setrika atau gunakan steamer, karena pakaian yang rapi seketika mengangkat citra Anda beberapa tingkat lebih tinggi.

4. Mengabaikan Perawatan Sepatu


Sepatu sering kali dianggap pelengkap, padahal ia adalah “penanda status” yang diam-diam diamati orang. 
 
Sepatu kotor atau usang bisa menurunkan kesan elegan secara drastis. 
 
Dalam psikologi persepsi, detail pada alas kaki sering dikaitkan dengan kepribadian dan kebiasaan hidup. 
 
Sepatu bersih dan terawat menandakan disiplin dan rasa hormat pada diri sendiri maupun orang lain.

5. Terlalu Mengejar Tren Musiman


Tren mode memang menggoda, tapi memburu setiap tren justru membuat penampilan kehilangan identitas. 
 
Orang dengan gaya berkelas biasanya memiliki gaya personal yang konsisten, bukan sekadar ikut-ikutan.
 
Psikologi menyebut ini sebagai self-congruence, yaitu ketika gaya luar selaras dengan kepribadian. 
 
Hasilnya? Orang lain melihat Anda lebih autentik dan karismatik.

6. Tidak Memperhatikan Proporsi dan Siluet

Kadang seseorang memakai pakaian mahal, tetapi tidak sesuai bentuk tubuh sehingga justru merusak proporsi. 
 
Psikologi visual menekankan pentingnya harmoni dan simetri, karena otak manusia menyukai keseimbangan. 
 
Blazer yang pas di bahu, celana dengan potongan yang tepat, atau gaun dengan siluet seimbang bisa memberikan kesan percaya diri tanpa banyak kata.

7. Membiarkan Lemari Berantakan

Lemari pakaian yang penuh sesak dan tidak teratur membuat proses memilih pakaian menjadi sumber stres.
 
Studi psikologi lingkungan menunjukkan bahwa kekacauan visual dapat meningkatkan rasa cemas.
 
Lemari yang rapi justru memberi ruang mental lebih lega, membuat Anda lebih fokus pada pilihan yang benar-benar mendukung penampilan terbaik.

8. Lupa pada Aksesori Kecil yang Membuat Perbedaan


Banyak orang fokus pada pakaian utama, tapi mengabaikan detail kecil seperti sabuk, jam tangan, atau tas. 
 
Padahal, aksesori yang dipilih dengan tepat bisa menjadi “statement” yang menegaskan kelas dan kepribadian. 
 
Psikologi simbolik menyebut aksesori sebagai bentuk komunikasi non-verbal: halus, namun berdampak besar pada kesan keseluruhan.

Kesimpulan: Berpakaian Adalah Psikologi yang Bisa Dilatih


Memancarkan kepercayaan diri dan kelas bukan berarti harus selalu mengenakan pakaian mahal. 
 
Kuncinya terletak pada bagaimana Anda merawat, memilih, dan menyusun lemari pakaian dengan cerdas. 
 
Dengan menghindari delapan kesalahan di atas, Anda bukan hanya tampil lebih rapi dan elegan, tetapi juga mengirim sinyal psikologis yang kuat: Anda menghargai diri sendiri.

Dan ketika Anda menghargai diri, dunia pun akan merespons dengan cara yang sama.
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore