Penjelasan psikologi di balik banyaknya perempuan yang merasa tidak pantas dicintai (Saranyoo Chantawong/Vecteezy)
JawaPos.com - Apakah kamu pernah bertanya-tanya dalam hati, "Apa aku tidak pantas dicintai?" atau "Kenapa rasanya sulit sekali dipercaya ada orang yang benar-benar tulus mencintai aku?" Jika iya, kamu tidak sendirian. Banyak perempuan, bahkan yang cerdas, baik hati, dan penuh kasih, sering kali menyimpan perasaan seperti ini.
Masalahnya, rasa tidak layak dicintai ini sering muncul dalam hati saja, tidak disuarakan di depan umum dan dipendam menjadi rasa sakit tersendiri. Jika dibiarkan, bisikan itu bisa membentuk keyakinan yang salah tentang diri kita sendiri.
Dalam penjelasan pada salah satu video dari kanal YouTube psikologi populer yakni Psych2go, menurut psikologi, akar dari perasaan tidak pantas dicintai sering kali berasal dari pengalaman hidup yang nyata.
Misalnya, banyak perempuan sejak kecil diajarkan untuk menjadi caregiver (mengurus orang lain lebih dulu daripada dirinya sendiri). Akibatnya, mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai dirinya terletak pada apa yang bisa mereka berikan, bukan pada siapa mereka sebenarnya.
Kondisi ini dikenal dengan istilah parentification, yaitu ketika anak mengambil peran sebagai pengasuh sebelum waktunya. Hasilnya, menerima cinta terasa aneh, bahkan dianggap tidak layak.
Selain itu, perempuan juga kerap menghadapi tekanan dari standar sosial. Dunia lebih sering memuji penampilan dibandingkan kepribadian.
Teori objectification menjelaskan bahwa hal ini membuat perempuan terbiasa melihat dirinya dari sudut pandang orang lain.
Maka, ketika cinta terasa hanya datang karena penampilan atau peran tertentu (misalnya istri merawat suami) mereka mulai ragu, apakah benar dirinya dicintai apa adanya atau hanya karena ia menjalankan peran itu.
Tak hanya itu, media sosial juga memperburuk keadaan. Deretan foto liburan, pasangan bahagia, atau pencapaian orang lain sering membuat kita merasa tertinggal dan tidak cukup baik. Padahal yang ditampilkan hanyalah potongan terbaik hidup seseorang, bukan kenyataan utuh.
Ditambah pengalaman masa lalu seperti dikhianati atau ditinggalkan, wajar jika sebagian perempuan membangun dinding pertahanan: meyakinkan diri bahwa mereka tidak layak dicintai agar tidak terluka lagi.
Namun, kabar baiknya adalah perasaan ini bisa diubah. Psikologi mengajarkan bahwa keyakinan "tidak pantas dicintai" hanyalah hasil pengalaman, bukan kebenaran mutlak. Langkah awalnya adalah menyadari pola pikir negatif tersebut dan mulai menantangnya.
Caranya adalah dengan perlahan belajar menerima pujian, menetapkan batasan yang sehat tanpa rasa bersalah, serta memberi ruang bagi diri untuk menerima cinta yang sebenarnya sama pentingnya dengan memberikan cinta.
Ingat, cinta bukanlah sesuatu yang harus "diperjuangkan" mati-matian dengan kesempurnaan. Cinta sejati hadir ketika kita bisa menjadi diri sendiri tanpa topeng.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
