Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 00.42 WIB

Kenapa Banyak Orang Mudah Merasa Insecure? Ini Penyebab Psikologis dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi perempuan yang insecure

JawaPos.com – Hampir semua orang pernah merasa insecure. Perasaan ini biasanya muncul saat membandingkan diri dengan orang lain, merasa tidak cukup baik, atau takut gagal menghadapi tantangan. Meski wajar, rasa insecure yang terus berulang bisa menghambat produktivitas dan menurunkan kualitas hidup.

Dalam sebuah video di TikTok @nmaliccaa, psikolog menjelaskan bahwa insecure bukan sekadar perasaan rendah diri.

Lebih dari itu, insecure adalah respon emosional ketika seseorang merasa tidak mampu memenuhi standar tertentu, baik yang datang dari diri sendiri maupun tekanan lingkungan. Kondisi ini bisa memicu stres, rasa cemas, hingga menarik diri dari pergaulan sosial.

Mengapa seseorang mudah merasa insecure?

Video edukasi lain di TikTok @ananzaprili menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama munculnya insecure adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Di era media sosial, hal ini makin sulit dihindari. Orang cenderung melihat pencapaian atau gaya hidup orang lain, lalu merasa kehidupannya tidak sebaik itu. Padahal, apa yang ditampilkan di media sosial sering kali hanya sisi terbaik, bukan kondisi nyata secara keseluruhan.

Selain perbandingan sosial, insecure juga bisa tumbuh dari pengalaman masa lalu. Konten di TikTok @bernadettegainara menyoroti bahwa trauma emosional, seperti pernah diremehkan atau gagal dalam hal penting, bisa menanamkan rasa takut berlebih. Akibatnya, seseorang merasa tidak layak mencoba hal baru karena takut mengulang kesalahan yang sama.

Tak hanya itu, faktor pola asuh juga berpengaruh. Anak yang tumbuh di lingkungan dengan tuntutan tinggi atau jarang mendapat validasi positif lebih rentan merasa tidak cukup. Mereka belajar sejak kecil bahwa untuk dicintai, mereka harus selalu sempurna. Pola ini bisa terbawa hingga dewasa, membentuk rasa insecure yang kronis.

Bagaimana insecure memengaruhi kehidupan sehari-hari?

Insecure bukan sekadar soal perasaan, tapi juga berdampak pada banyak aspek kehidupan. Dalam dunia akademik, misalnya, mahasiswa yang merasa insecure sering menunda mengerjakan tugas karena takut hasilnya tidak bagus. Akibatnya, pekerjaan menumpuk dan kualitas tugas menurun.

Dalam hubungan sosial, insecure membuat seseorang lebih sensitif terhadap kritik, merasa iri terhadap keberhasilan orang lain, dan sulit percaya pada orang di sekitarnya. Pada akhirnya, hubungan bisa renggang karena komunikasi terhambat.

Secara psikologis, insecure juga dapat memicu overthinking. Orang yang insecure cenderung memikirkan segala sesuatu secara berlebihan, takut salah langkah, hingga sulit mengambil keputusan. Kondisi ini membuat energi mental terkuras dan produktivitas menurun drastis.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore