Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 02.33 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Lebih Suka Menyimak daripada Aktif Berkomentar di Grup Chat Biasanya Punya 8 Ciri Khas Ini

Ilustrasi orang yang lebih suka menyimak daripada aktif berkomentar di grup chat./freepik - Image

Ilustrasi orang yang lebih suka menyimak daripada aktif berkomentar di grup chat./freepik

JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang, grup chat menjadi salah satu media komunikasi yang paling sering digunakan untuk berinteraksi dengan teman, keluarga, maupun rekan kerja.

Namun, tak semua orang aktif menulis atau memberikan komentar di dalam grup tersebut. Ada kalanya beberapa anggota hanya membaca dan mengamati tanpa pernah ikut berpartisipasi.

Menurut psikologi, perilaku ini bukan sekadar sikap acuh atau malas, melainkan mencerminkan sifat kepribadian tertentu yang unik dan menarik untuk dipelajari.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Minggu (31/8), berikut merupakan 8 ciri khas yang biasanya dimiliki oleh orang yang lebih suka menyimak daripada aktif berkomentar di grup chat, sehingga pembaca dapat memahami alasan di balik kesunyian mereka yang sering kali salah dimaknai.

1. Cenderung Introvert

Orang introvert secara alami lebih nyaman menghabiskan waktu sendiri daripada berada dalam situasi sosial yang ramai.

Dalam konteks grup chat online, mereka cenderung lebih banyak membaca dan mengamati daripada langsung menulis komentar.

Mereka memperhatikan percakapan, menangkap informasi penting, dan memahami nada serta konteks diskusi, tetapi tidak selalu merasa perlu ikut aktif dalam berbicara.

Diam mereka bukan karena tidak peduli, melainkan cara mereka untuk menjaga energi mental dan emosional agar tetap seimbang.

Mereka hanya berbicara ketika topik terasa sangat penting atau mereka memiliki kontribusi yang benar-benar berarti.

2. Pemikir Berlebihan (Overthinker)

Beberapa orang terlalu banyak memikirkan apa yang akan mereka tulis atau katakan di grup. Mereka cenderung merasa khawatir komentar mereka salah, tidak cukup lucu, atau bisa disalahartikan oleh orang lain.

Akibatnya, mereka sering kali menunda-nunda untuk menulis, bahkan akhirnya membatalkan niat menulis sama sekali.

Mereka hanya ingin memastikan bahwa kata-kata yang akan mereka sampaikan benar-benar tepat dan bermanfaat.

Sikap ini sering kali membuat mereka menjadi pengamat yang teliti, karena mereka lebih memilih memperhatikan keseluruhan percakapan sebelum ikut mengekspresikan diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore