Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 23.45 WIB

Anda Termasuk Kelas Menengah ke Bawah ketika Anda Menabung untuk 8 Barang Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang menyadari termasuk ke dalam kelas menengah ke bawah (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, cara kita mengelola uang sering kali mencerminkan posisi sosial-ekonomi kita. 

Orang dengan kelas ekonomi atas cenderung tidak memikirkan terlalu lama tentang pengeluaran untuk kebutuhan sekunder atau gaya hidup. 

Sebaliknya, kelas menengah ke bawah biasanya lebih berhati-hati, bahkan harus menabung terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu yang dianggap sederhana oleh sebagian orang.

Psikologi keuangan menunjukkan bahwa pola menabung untuk barang-barang tertentu bukan hanya soal kondisi ekonomi, tetapi juga bagaimana otak kita memproses rasa aman, kontrol diri, serta kebutuhan akan pengakuan sosial.

Dengan kata lain, apa yang kita tabung bisa menjadi cerminan status dan pola pikir kita.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (30/8), 8 barang yang biasanya menjadi indikator Anda berada di kelas menengah ke bawah menurut psikologi keuangan.

1. Ponsel Baru

Bagi kalangan menengah ke atas, mengganti ponsel hanyalah soal mengikuti tren.

Namun bagi kelas menengah ke bawah, ponsel sering kali dianggap sebagai investasi besar. 

Mereka rela menabung berbulan-bulan hanya untuk membeli gadget terbaru, bukan hanya karena fungsinya, tetapi juga demi meningkatkan rasa percaya diri dan status sosial di lingkungan sekitar.

2. Perabot Rumah Tangga


Membeli sofa, lemari, atau kasur baru tidak dilakukan secara impulsif. Biasanya perlu tabungan khusus dan perencanaan matang. 

Hal ini menunjukkan bahwa barang-barang rumah tangga dianggap sebagai kebutuhan jangka panjang yang tidak bisa sembarangan diganti, berbeda dengan keluarga kaya yang bisa membeli perabot baru setiap kali bosan.

3. Pakaian Branded atau Sepatu Bagus


Kalangan menengah ke bawah sering menabung untuk membeli satu potong pakaian atau sepatu bermerek.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai compensatory consumption—mencoba menutupi perasaan "kurang" dengan barang yang memberi simbol status. 

Satu tas bermerek bisa menjadi kebanggaan tersendiri, meski harus menabung cukup lama.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore