Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 13.46 WIB

Punya IQ Tinggi Belum Tentu Produktif, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Ilustrasi gejala seseorang mengalami kecemasan terkait produktivitas/freepik.com

JawaPos.com – Kita sering menganggap nilai IQ tinggi adalah tiket emas menuju kesuksesan, efisiensi, dan produktivitas.

Namun, nyatanya, kecerdasan intelektual tak selalu berbanding lurus dengan hasil kerja yang maksimal.

Mengapa orang dengan IQ tinggi terkadang kurang efisien dibandingkan yang punya nilai IQ biasa saja? Mari kita bahas!

1. Tes IQ itu terbatas dan bukan ukuran ‘berpikir rasional’

Profesor Keith Stanovich dari University of Toronto telah lama menyelidiki fenomena ‘dysrationalia’ alias kecerdasan tinggi tanpa disertai kemampuan berpikir rasional.

Situs Yale SOM menuliskan bahwa tes IQ memang mengukur kemampuan logika, memori kerja, dan abstraksi.

Namun, tes itu gagal mengukur penalaran kritis dan kemampuan mengambil keputusan kompleks, padahal hal ini sangat penting dalam konteks produktivitas nyata.

Artinya, seseorang dengan IQ tinggi bisa saja unggul secara teoretis, tetapi tak efisien karena kurang kritis, kurang sadar bias, bahkan terlalu percaya diri.

2. Emotional Intelligence (EQ), sifat kepribadian, dan ketangguhan mental

Menurut Verywell Mind, IQ tinggi tak selalu menjamin kesuksesan finansial, karier, atau kehidupan pribadi.

Dalam studi klasik Terman, individu dengan IQ tinggi belum tentu sukses.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore