Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 05.30 WIB

5 Kebiasaan Tersembunyi yang Menandakan Seseorang Merasa Tak Terlihat dalam Hubungan Bahkan Tanpa Disadari Sendiri

Merasa tak terlihat dalam hubungan bisa merusak kepercayaan diri dan kedekatan dengan pasangan. - Image

Merasa tak terlihat dalam hubungan bisa merusak kepercayaan diri dan kedekatan dengan pasangan.

JawaPos.com - Tidak semua masalah hubungan ditandai dengan pertengkaran besar atau pengkhianatan. Ada bentuk masalah yang lebih halus namun sama berbahayanya: merasa tak terlihat (feeling invisible).

Perasaan ini bisa membuat seseorang merasa tidak diakui, tidak dihargai, dan seolah-olah keberadaannya tak memiliki bobot dalam hubungan. Yang lebih rumit, kadang orang tidak sadar bahwa mereka mengalami hal ini—bahkan ketika tanda-tandanya sudah jelas terlihat dalam perilaku sehari-hari.

Fenomena ini erat kaitannya dengan rasa tidak aman emosional (emotional insecurity) dan harga diri rendah. Menurut psikolog Dr. Lisa Firestone, perasaan tak terlihat dapat memicu siklus negatif: seseorang merasa kurang dihargai → mulai menarik diri atau bertindak defensif → hubungan semakin renggang.

Dilansir dari laman Your Tango,artikel ini akan membahas 5 kebiasaan diam-diam yang menjadi tanda Anda merasa tak terlihat dalam hubungan, lengkap dengan penjelasan psikologis, riset, dan strategi mengatasinya.

1. Kesulitan Merasa Bahagia untuk Pasangan

Tanda yang Terlihat

Pasangan mendapatkan promosi, memenangkan lomba, atau berhasil mencapai target pribadinya—reaksi normalnya adalah ikut bangga. Namun, jika Anda malah merasa tertekan, iri, atau membandingkan diri, itu tanda ada masalah.

Mengapa Terjadi?

Psikolog hubungan menyebut fenomena ini sebagai comparison distress, yaitu kecenderungan membandingkan pencapaian orang terdekat dengan diri sendiri. Ketika harga diri rendah, keberhasilan pasangan bisa memicu rasa "kalah" daripada kebanggaan bersama.

Menurut penelitian di Personality and Social Psychology Bulletin, orang yang sering membandingkan diri dengan pasangannya cenderung memiliki kepuasan hubungan lebih rendah.

Dampak pada Hubungan

  • Menurunnya empati dan dukungan emosional

  • Pasangan merasa keberhasilannya tidak diapresiasi

  • Potensi konflik akibat rasa iri terselubung

  • Cara Mengatasinya

    • Ubah narasi internal: Alih-alih berpikir "Dia sukses, aku tertinggal", coba pikirkan "Kesuksesannya juga menguntungkan kami berdua."

  • Tetapkan tujuan pribadi: Fokus pada pencapaian diri sendiri sehingga Anda tidak merasa selalu membandingkan.

  • Rayakan pencapaian bersama: Buat momen spesial untuk merayakan kesuksesan pasangan sebagai bagian dari keberhasilan tim.

  • 2. Munculnya Kecemburuan Saat Pasangan Bersama Orang Lain

    Tanda yang Terlihat

    Setiap kali pasangan menghabiskan waktu dengan teman, keluarga, atau kolega, Anda merasa gelisah, takut dilupakan, atau khawatir ada “saingan” perhatian.

    Mengapa Terjadi?

    Perasaan ini sering berakar pada fear of abandonment (ketakutan ditinggalkan) dan attachment style yang tidak aman. Orang dengan pola keterikatan anxious-preoccupied cenderung takut kehilangan perhatian pasangan dan merasa harus selalu menjadi pusat dunianya.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore