Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Agustus 2025 | 18.43 WIB

Mengenali 10 Frasa Sehari-hari yang Sering Digunakan oleh Orang-orang Penuh Kesusahan

Ilustrasi seseorang yang sedang duduk sendirian dengan wajah lesu./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang duduk sendirian dengan wajah lesu./Freepik

JawaPos.com - Kata-kata yang kita gunakan sehari-hari dapat mengungkapkan banyak hal tentang kondisi batin kita yang sesungguhnya.

Tanpa disadari, frasa tertentu bisa menjadi petunjuk nyata dari perasaan tidak bahagia atau penderitaan mendalam. Pola bahasa ini sering kali menjadi tanda nyata dari suasana hati seseorang.

Melansir dari Geediting.com Minggu (17/8), ada sepuluh frasa yang secara khas digunakan oleh orang yang tidak bahagia.

Menyadari kebiasaan bahasa ini dapat membantu kita memahami orang lain dan diri sendiri lebih baik. Mari kita bedah lebih dalam arti tersembunyi di balik frasa-frasa tersebut.

1. "Apa gunanya?"

Frasa ini adalah indikasi nyata dari perasaan putus asa dan nihilisme yang mendalam. Menggunakannya secara rutin menunjukkan kurangnya harapan atau keyakinan bahwa tindakan apa pun akan membawa perubahan positif. Ungkapan ini menjadi bentuk fatalisme.

2. "Pasti menyenangkan ya"

Diucapkan dengan nada sinis, frasa ini mencerminkan iri hati serta kebencian tersembunyi. Daripada merasa senang atas keberhasilan orang lain, mereka justru merasa cemburu. Mereka merasa bahwa keberuntungan orang lain merupakan penghinaan bagi diri mereka.

3. "Sudah kuduga"

Ini adalah respons verbal yang setara dengan mengangkat bahu sambil memutar mata saat sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Ungkapan ini memperkuat keyakinan bahwa dunia selalu menentang mereka. Kalimat ini membuat setiap percakapan menjadi lebih berat.

4. "Selalu saja ada masalah"

Orang yang tidak bahagia sering merasa masalah adalah bayangan permanen yang selalu mengikuti. Mereka secara tidak sadar berhenti melihat hal-hal positif. Hal ini karena mereka hanya berfokus pada masalah.

5. "Buat apa repot-repot?"

Frasa ini menutup kemungkinan sebelum peluang itu datang. Mengajak orang ini mencoba hal baru akan sering dibalas dengan ungkapan ini. Ini adalah bentuk sabotase diri yang jelas.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore