Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 01.40 WIB

5 Kebiasaan Kecil yang Terlihat Normal dalam Hubungan, tapi Ternyata Diam-Diam Merusaknya Menurut Psikologi, Salah Satunya Menunda

Ilustrasi pasangan yang berada dalam hubungan tidak sehat. (Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan yang berada dalam hubungan tidak sehat. (Freepik)

JawaPos.com - Banyak pasangan mengira bahwa konflik besar atau perselingkuhan adalah penyebab utama berakhirnya sebuah hubungan. Padahal, sering kali keretakan justru muncul dari hal-hal kecil yang dianggap sepele atau bahkan dianggap “normal” dalam keseharian. 

Masalah-masalah ini tidak langsung terasa di awal, tetapi perlahan-lahan mengikis rasa sayang, kepercayaan, dan rasa saling menghargai. Yang lebih berbahaya, kebiasaan ini sering tidak disadari hingga hubungan berada di ujung tanduk. 

Saat satu atau kedua pihak menganggapnya sebagai hal biasa, masalah akan terus menumpuk tanpa penyelesaian.

Inilah 5 hal yang sering dianggap normal oleh pasangan, tetapi diam-diam menjadi penyebab perpisahan seperti dirangkum dari laman Your Tango.

1. Ketidakseimbangan Tanggung Jawab

Banyak pasangan terjebak dalam pembagian tugas yang tidak adil, di mana satu pihak memikul lebih banyak beban dibandingkan pihak yang lain. 

Misalnya, dalam hubungan, perempuan sering mengurus anak dan rumah tangga, sementara pasangannya menghabiskan waktu bermain game atau bersantai. Ketidakseimbangan ini menciptakan rasa tidak dihargai dan memicu konflik berkepanjangan.

2. Menunda Memberi Bantuan

Salah satu pihak mungkin meminta bantuan untuk pekerjaan rumah atau masalah tertentu, tetapi pasangan yang diminta justru menunda dengan berbagai alasan seperti, “Sebentar lagi selesai,” atau “Nanti aku bantu.”

Sayangnya, bantuan yang dijanjikan sering tak kunjung datang. Jika dibiarkan, sikap ini menumbuhkan rasa kesal dan kebencian yang sulit dihapus.

3. Melupakan Momen Penting

Hari ulang tahun, hari jadi, atau momen spesial lainnya pada pasangan mungkin dianggap remeh oleh sebagian orang. 

Namun, ketika pasangan melupakannya dan tidak berusaha memperbaiki keadaan, rasa kecewa akan bertambah. Apalagi jika responsnya justru meremehkan, seperti mengatakan, “Kenapa sih dibesar-besarkan?”

4. Sulit Memaafkan dan Terus Mengungkit Kesalahan

Beberapa pasangan terus membawa luka masa lalu ke dalam pertengkaran yang baru. Kesalahan lama yang terus diungkit tanpa ada keinginan untuk memaafkan akan membuat hubungan terasa berat dan tidak seimbang.

Lambat laun, kondisi ini akan menumbuhkan rasa benci dan menjauhkan keduanya secara emosional.

5. Memendam Amarah dan Sakit Hati

Banyak orang memilih diam saat terluka, lalu membiarkan emosi menumpuk hingga akhirnya meledak dalam pertengkaran besar.

Masalah yang seharusnya bisa diselesaikan sejak awal malah menjadi bom waktu. Topik yang sering memicu kebencian meliputi uang, anak, pekerjaan rumah, hingga waktu untuk bersantai.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore