Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 22.45 WIB

Jika Anda Menyukai Membaca Buku Nonfiksi, Maka Anda Memiliki 7 Sifat Berbeda dari Orang Lain dalam Hal Ini Menurut Psikologi

Seseorang yang suka membaca buku nonfiksi


JawaPos.com - Di tengah gelombang hiburan digital yang serba instan, kebiasaan membaca buku nonfiksi menjadi sesuatu yang langka namun istimewa. 

 
Buku nonfiksi bukan hanya menyajikan informasi faktual, tetapi juga menuntut fokus, ketekunan, dan minat yang tulus terhadap pemahaman dunia nyata. 
 
Orang-orang yang menyukai buku nonfiksi ternyata memiliki kepribadian dan karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan mereka yang lebih menyukai fiksi atau tidak membaca sama sekali.

Dilansir dari Geediting pada Senin (28/7), menurut sejumlah penelitian dalam bidang psikologi kognitif dan kepribadian, berikut adalah 7 sifat yang biasanya dimiliki oleh orang yang menyukai membaca buku nonfiksi:
 
Baca Juga: Pria yang Mengenakan Kemeja Hawaii Biasanya Menunjukkan 7 Kepribadian Unik Ini Menurut Psikologi

1. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi (Curiosity-Driven)

Pembaca buku nonfiksi cenderung memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap dunia nyata. 
 
Mereka tidak puas hanya dengan cerita imajinatif; mereka ingin tahu mengapa sesuatu bisa terjadi, bagaimana cara kerja sesuatu, dan apa yang bisa dipelajari dari pengalaman orang lain. 
 
Buku nonfiksi seperti biografi, sejarah, atau sains populer memberi mereka makanan intelektual yang menjawab pertanyaan-pertanyaan mendalam yang mereka miliki.

Psikologi menyebut ini sebagai “epistemic curiosity”, yaitu dorongan batin untuk mengejar pengetahuan secara terus-menerus. 
 
Orang dengan dorongan ini cenderung lebih rajin mencari informasi, tidak mudah puas, dan selalu ingin tahu hal baru yang relevan dengan realitas.
 

Mereka yang menyukai buku nonfiksi biasanya memiliki kecenderungan berpikir kritis yang lebih tinggi. 
 
Mereka tidak mudah menerima informasi begitu saja tanpa meninjau logika dan buktinya. 
 
Karena buku nonfiksi sering kali mengedepankan data, argumen, dan sudut pandang tertentu, pembacanya terdorong untuk menganalisis dan mengevaluasi kebenaran isi buku tersebut.

Dalam psikologi kognitif, kebiasaan ini dikenal sebagai bagian dari need for cognition — kebutuhan untuk berpikir secara mendalam dan menyukai aktivitas mental yang menantang.

3. Menyukai Pembelajaran Seumur Hidup (Lifelong Learner)

Orang yang gemar membaca buku nonfiksi cenderung memiliki sikap sebagai pelajar sepanjang hayat. 
 
Mereka tidak berhenti belajar hanya karena telah lulus sekolah atau kuliah. 
 
Buku adalah sarana mereka untuk terus memperbarui pengetahuan, mengembangkan wawasan, dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Menurut psikologi pendidikan, individu dengan orientasi belajar jangka panjang memiliki growth mindset yang kuat, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan bisa berkembang melalui usaha dan pengalaman.

4. Cenderung Rasional dan Berorientasi pada Fakta

Berbeda dari pembaca fiksi yang lebih mengandalkan emosi dan imajinasi, pembaca nonfiksi lebih cenderung berpijak pada kenyataan. 
 
Mereka menyukai pendekatan yang objektif, berbasis data, dan dapat diverifikasi. 
 
Sifat ini membuat mereka sering menjadi rujukan dalam diskusi karena biasanya mereka membawa fakta yang kuat dan argumentasi yang masuk akal.

Studi dalam trait theory menunjukkan bahwa orang-orang yang menyukai data dan fakta biasanya memiliki tingkat conscientiousness (kesadaran) yang tinggi, serta nilai openness to experience yang seimbang dengan logika.

5. Mandiri dalam Berpikir dan Mengambil Keputusan

Karena terbiasa membaca berbagai perspektif dari buku-buku nonfiksi, mereka lebih mandiri dalam berpikir. 
 
Mereka tidak mudah ikut-ikutan atau terpengaruh oleh opini umum. 
 
Kemampuan untuk menyaring informasi dan mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang luas membuat mereka lebih percaya diri dan memiliki pendirian kuat.

Psikologi sosial menyebut ini sebagai bentuk independent cognition, yaitu pola berpikir otonom yang lebih tahan terhadap tekanan sosial dan opini mayoritas.

6. Toleran terhadap Kompleksitas dan Ketidakpastian

Buku nonfiksi sering kali tidak memberikan jawaban tunggal atau akhir cerita yang pasti. 
 
Sebaliknya, ia menyuguhkan kenyataan yang kompleks, kadang membingungkan, bahkan penuh kontradiksi.
 
Pembaca nonfiksi terbiasa menghadapi ketidakpastian dan mampu melihat nuansa dalam suatu isu.

Sifat ini sangat dihargai dalam psikologi karena mencerminkan cognitive flexibility — kemampuan untuk menerima bahwa kebenaran bisa bersifat relatif dan bahwa kehidupan jarang hitam-putih. 
 
Orang dengan fleksibilitas kognitif biasanya lebih adaptif dalam menghadapi tantangan.

7. Memiliki Motivasi Internal yang Kuat (Intrinsic Motivation)

Membaca buku nonfiksi tidak selalu menghibur seperti novel atau tontonan visual. 
 
Butuh disiplin dan motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri untuk menyelesaikannya. 
 
Karena itu, orang yang menyukai nonfiksi umumnya memiliki motivasi intrinsik yang kuat — mereka melakukan sesuatu bukan karena ingin dipuji, tetapi karena merasa itu penting, menarik, dan berguna untuk diri mereka sendiri.

Dalam teori psikologi motivasi, ini adalah ciri dari orang dengan self-determination yang tinggi: mereka memiliki tujuan hidup yang jelas dan tahu kenapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan.

Penutup

Membaca buku nonfiksi bukan hanya tentang menambah wawasan, tetapi juga mencerminkan kepribadian yang khas. 
 
Jika Anda termasuk orang yang menyukai jenis bacaan ini, kemungkinan besar Anda adalah sosok yang kritis, rasional, haus ilmu, dan memiliki kedalaman berpikir yang tidak dimiliki semua orang.

Di balik lembar demi lembar buku nonfiksi, tersimpan perjalanan mental yang memperkuat karakter, memperluas cakrawala, dan membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih sadar, bijak, dan tangguh menghadapi dunia nyata.

Teruslah membaca — karena setiap halaman nonfiksi bukan hanya memperkaya pikiran, tetapi juga membentuk jati diri Anda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore