Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 19.28 WIB

10 Frasa Khas yang Sering Digunakan Orang dengan Keterampilan Sosial Kurang Baik

Ilustrasi seseorang yang terlihat ragu atau canggung saat berbicara dalam kelompok, mencerminkan kesulitan dalam interaksi sosial (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kebanyakan orang tidak berniat menjadi canggung dalam interaksi sosial sehari-hari. Namun, keterampilan sosial adalah kemampuan yang memerlukan latihan terus-menerus. Beberapa individu mungkin tidak pernah benar-benar menguasainya secara penuh.

Ini bisa karena mereka tidak memiliki contoh yang baik saat tumbuh dewasa. Bisa juga karena mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya merasa seperti orang luar.

Melansir dari Geediting.com Sabtu (19/7), Anda dapat mengenali mereka. Bukan karena mereka jahat atau tidak ramah, tetapi karena ada sesuatu yang terasa "aneh" saat mereka berbicara.

Berikut adalah sepuluh frasa yang sering digunakan oleh orang-orang dengan keterampilan sosial yang kurang:

1. "Saya Hanya Jujur"

Frasa ini biasanya muncul setelah seseorang mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Kejujuran bukanlah masalah utamanya. Permasalahannya adalah cara penyampaiannya yang kurang tepat.

2. "Mengapa Kamu Begitu Sensitif?"

Ungkapan ini sering muncul setelah seseorang merasa tersakiti atau tidak nyaman. Alih-alih mengakui dampak perkataannya, pembicara justru menyalahkan orang lain. Ini menunjukkan kurangnya kesadaran emosional.

3. "Saya Tidak Peduli Apa Kata Orang"

Dalam konteks yang tepat, ini bisa menjadi pola pikir yang sehat untuk menjalani hidup. Namun, jika diucapkan berulang kali dengan nada defensif, itu seringkali mengungkapkan hal sebaliknya. Orang yang benar-benar tidak peduli tidak perlu mengumumkannya terus-menerus.

4. "Kamu Salah Paham"

Frasa ini cenderung mengikuti momen di mana seseorang jelas-jelas melakukan kesalahan dalam berbicara. Daripada meminta maaf atau mengklarifikasi, mereka menempatkan kesalahpahaman sepenuhnya pada orang lain. Ini menunjukkan titik buta sosial yang dibungkus dengan pembelaan yang lemah.

5. "Itu Bodoh atau Itu konyol"

Beberapa orang berpikir ini hanyalah ekspresi pendapat pribadi secara lugas. Namun, kenyataannya ini adalah komunikasi yang malas dan tidak konstruktif. Saat Anda menolak ide atau perasaan dengan kata "itu bodoh", Anda menutup percakapan yang ada.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore