Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 00.07 WIB

8 Aturan Berkirim Pesan Teks atau Chat yang Diam-diam Sudah Ketinggalan Zaman

8 Aturan Berkirim Pesan Teks atau Chat yang Diam-diam Sudah Ketinggalan Zaman./Pexels.

JawaPos.com - Pesan teks bergerak secepat emoji bergulir. Hari ini semua orang pakai singkatan baru, besok sudah ganti pakai stiker lucu. Sayangnya, banyak dari kita masih terpaku pada aturan zaman ponsel lipat dan SMS.

Apa yang dulu terasa sopan dan formal, sekarang bisa dianggap kaku, membingungkan, bahkan pasif-agresif.

Kalau kamu ingin pesanmu terasa ramah, kekinian, dan jelas, inilah delapan aturan teks yang sebaiknya mulai kamu tinggalkan seperti dilansir dari VegOut.

1. Mengakhiri Setiap Kalimat dengan Titik

Dulu, titik di akhir kalimat itu wajar. Sekarang? Bisa terasa seperti emoji pasif-agresif.

Pakar bahasa Gretchen McCulloch menyebut titik sebagai “tanda finalitas” atau terlalu tegas untuk obrolan santai. Dalam percakapan teks yang cepat, baris baru sudah cukup memberi tahu bahwa satu ide selesai.

Kalimat tanpa titik (selama tidak membingungkan) sering terasa lebih hangat dan kasual. Jadi, simpan titik untuk momen penting saja. Karena dalam dunia pesan digital, tanda baca menyampaikan emosi lebih dulu, tata bahasa kemudian.

2. Memulai dengan Salam Formal dan Menutup dengan Salam Hormat

“Jordan yang terkasih, semoga pesan ini sampai kepadamu dengan baik. Salam, Ibu.”

Manis? Iya. Tapi terasa seperti surat pos di era notifikasi instan.

Teks hidup dari kecepatan. Kalau dibuka dengan salam panjang dan ditutup dengan tanda tangan, ritmenya langsung melambat. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore