8 Aturan Berkirim Pesan Teks atau Chat yang Diam-diam Sudah Ketinggalan Zaman./Pexels.
JawaPos.com - Pesan teks bergerak secepat emoji bergulir. Hari ini semua orang pakai singkatan baru, besok sudah ganti pakai stiker lucu. Sayangnya, banyak dari kita masih terpaku pada aturan zaman ponsel lipat dan SMS.
Apa yang dulu terasa sopan dan formal, sekarang bisa dianggap kaku, membingungkan, bahkan pasif-agresif.
Kalau kamu ingin pesanmu terasa ramah, kekinian, dan jelas, inilah delapan aturan teks yang sebaiknya mulai kamu tinggalkan seperti dilansir dari VegOut.
1. Mengakhiri Setiap Kalimat dengan Titik
Dulu, titik di akhir kalimat itu wajar. Sekarang? Bisa terasa seperti emoji pasif-agresif.
Baca Juga: Korbankan Gaji 37 Miliar Demi Gabung Arsenal, Viktor Gyokeres Mantap Tinggalkan Sporting CP?
Pakar bahasa Gretchen McCulloch menyebut titik sebagai “tanda finalitas” atau terlalu tegas untuk obrolan santai. Dalam percakapan teks yang cepat, baris baru sudah cukup memberi tahu bahwa satu ide selesai.
Kalimat tanpa titik (selama tidak membingungkan) sering terasa lebih hangat dan kasual. Jadi, simpan titik untuk momen penting saja. Karena dalam dunia pesan digital, tanda baca menyampaikan emosi lebih dulu, tata bahasa kemudian.
2. Memulai dengan Salam Formal dan Menutup dengan Salam Hormat
“Jordan yang terkasih, semoga pesan ini sampai kepadamu dengan baik. Salam, Ibu.”
Manis? Iya. Tapi terasa seperti surat pos di era notifikasi instan.
Baca Juga: Jika Kamu Punya 7 Kebiasaan Makan Ini, Bisa Jadi Kamu Sedang Merendahkan Harga Diri Kamu Sendiri
Teks hidup dari kecepatan. Kalau dibuka dengan salam panjang dan ditutup dengan tanda tangan, ritmenya langsung melambat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
