Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 03.53 WIB

Meski Ngeselin, Ternyata Ini 8 Sifat Unik Orang yang Suka Membatalkan Janji di Menit-menit Akhir

Ilustrasi. (pexels) - Image

Ilustrasi. (pexels)

JawaPos.com - Kita semua punya satu teman seperti ini. Orang yang menyenangkan, perhatian, suka mengirim meme lucu jam 2 pagi, dan kadang bilang, “Lihat ini jadi ingat kamu.”  

Mereka jago memberi perhatian kecil yang bikin hati terasa hangat. Tapi kalau soal janji temu? Nah, di sinilah masalahnya. Mereka bisa mendadak jadi tipe orang yang sering membatalkan rencana—selalu di menit-menit terakhir. 

Alasannya? Masuk akal, tapi juga terasa mengambang. Awalnya bisa dimaklumi. Namun jika sudah kesekian kali, wajar jika mulai muncul rasa kecewa, bahkan bingung. 

Apakah mereka tidak menghargai hubungan ini? Atau hanya tidak tahu cara bilang “tidak”?

Ternyata, perilaku ini bukan sekadar soal malas atau tidak peduli. Banyak hal di balik layar yang memengaruhi keputusan seseorang membatalkan rencana. Mulai dari dinamika emosi, cara otak memproses waktu, hingga kebutuhan untuk merasa aman dan terkendali.

Dilansir dari VegOut, berikut ini delapan sifat unik yang sering dimiliki oleh orang-orang yang suka membatalkan janji di menit terakhir dan makna tersembunyi di baliknya.

1. Peka Banget Terhadap Pergeseran Energi

Hari Senin bilang “ya” untuk ngopi hari Jumat. Tapi ketika Jumat datang, tenaga sudah habis total. Mereka bukan pemalas melainkan cuma gagal memperkirakan betapa lelahnya mereka bakal jadi.

Orang-orang seperti ini biasanya sangat peka terhadap stimulasi eksternal. Mereka cepat terkuras, apalagi setelah minggu yang padat. Dan ketika energi sudah drop, satu-satunya cara bertahan adalah: mundur.

2. Punya Rasa Bersalah yang Dalam, Tapi Jarang Diakui

Bukan karena tak peduli. Justru sebaliknya mereka sangat peduli sampai-sampai takut mengecewakan. Tapi rasa bersalah itu tidak ditangani, malah ditunda.

Mereka berharap dengan membatalkan secara halus atau sopan, semuanya akan baik-baik saja. Sayangnya, tidak. 

Yang ada malah jadi beban tambahan. Sebuah pola ironi: ingin menyenangkan orang lain, tapi akhirnya malah merusak ekspektasi.

3. Melebih-lebihkan Kapasitas Sosial Mereka

Di awal minggu, segala rencana terasa menyenangkan. Tapi ketika harinya tiba? Koneksi sosial terasa seperti pekerjaan berat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore