
Ilustrasi seseorang berada dalam lingkungan keluarga toxic. (Freepik)
JawaPos.com - Menavigasi percakapan keluarga bisa jadi seperti berjalan melalui ladang ranjau. Terutama jika ada unsur-unsur beracun yang terlibat.
Para psikolog memberi tahu kita bahwa frasa tertentu, yang umum digunakan dalam obrolan sehari-hari, mungkin menandakan dinamika keluarga yang beracun. Toksisitas ini secara halus dapat merusak kepercayaan diri dan kesejahteraan kita, sering kali tanpa kita sadari.
Dalam semangat kesadaran dan menjaga diri, kami telah mengidentifikasi lima frasa yang sering digunakan oleh anggota keluarga yang beracun. Mengenali frasa-frasa ini dapat membantu Anda memahami apa yang sedang terjadi dan memutuskan cara terbaik untuk menanggapinya.
Artikel ini bukan tentang menuding atau menyalahkan. Artikel ini akan memberikan Anda alat untuk mengenali perilaku beracun dan memberdayakan Anda untuk menavigasi hubungan Anda dengan lebih efektif.
Dikutip dari geediting pada Rabu (11/6), mari selami dunia dinamika keluarga, satu per satu.
1) “Kamu terlalu sensitif”
Dalam dinamika keluarga, berbagi perasaan dan emosi adalah hal yang biasa, tetapi ketika ungkapan ini disambut dengan frasa yang meremehkan seperti “kamu terlalu sensitif”, ini bisa menjadi tanda peringatan akan adanya perilaku beracun.
Frasa ini sering digunakan sebagai cara untuk tidak memvalidasi perasaan atau pengalaman seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa masalahnya bukanlah perilaku yang menyebabkan kekesalan, tetapi reaksi orang tersebut terhadapnya.
Psikolog terkenal Carl Rogers pernah berkata, “Ketika seseorang benar-benar mendengarkan Anda tanpa menghakimi Anda, tanpa mencoba bertanggung jawab atas Anda, tanpa mencoba membentuk Anda, rasanya sangat menyenangkan.”
Jika seorang anggota keluarga sering membuat Anda merasa bahwa emosi Anda tidak valid atau berlebihan, mungkin ini saatnya untuk memeriksa hubungan Anda. Ingat, setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan perasaan mereka dan didengarkan.
2) “Itu tidak pernah terjadi”
Gaslighting adalah istilah yang mungkin pernah kamu dengar, dan ini adalah istilah yang sering dikaitkan dengan hubungan yang beracun. Ini mengacu pada situasi di mana satu orang mencoba memanipulasi orang lain untuk meragukan ingatan, persepsi, atau kewarasan mereka sendiri.
Saya ingat suatu waktu dalam hidup saya sendiri ketika seorang anggota keluarga bersikeras bahwa sebuah peristiwa yang saya ingat dengan jelas tidak pernah terjadi. Mereka begitu bersikeras, sehingga saya mulai mempertanyakan ingatan saya sendiri. Itu adalah pengalaman yang meresahkan yang membuat saya merasa bingung dan tidak yakin dengan persepsi saya sendiri.
Sangat penting untuk mengingat hal ini ketika berhadapan dengan kemungkinan gaslighting. Percayalah pada pengalaman dan persepsi Anda sendiri. Anda berhak atas ingatan dan perasaan Anda sendiri.
3) “Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti...?”

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
