
Ilustrasi seseorang yang lebih suka telepon daripada video call. (Freepik).
JawaPos.com - Di tengah era digital yang serba visual, memilih menelepon tanpa video bisa dianggap pilihan yang tidak biasa. Namun, preferensi ini ternyata mengungkap karakter unik yang tidak dimiliki semua orang.
Panggilan suara kini kalah populer dibanding video call yang menawarkan interaksi tatap muka virtual. Meski begitu, memilih berbicara lewat telepon bukan sekadar kebiasaan lama, melainkan tanda adanya ciri khas psikologis tertentu.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa percakapan tanpa visual justru memperkuat koneksi emosional. Tanpa gangguan visual, pikiran lebih fokus pada isi pembicaraan dan nuansa suara.
Dilansir dari Geediting pada Senin (2/6), berikut tujuh karakter khas yang kerap dimiliki oleh orang-orang yang lebih menyukai telepon daripada video call, menurut kajian psikologi.
1. Mencari Koneksi Emosional yang Lebih Dalam
Penelitian yang dilakukan Amit Kumar dan Nicholas Epley menemukan bahwa mendengar suara seseorang tanpa melihat wajahnya mampu menciptakan ikatan sosial yang lebih hangat dibandingkan pesan teks atau video.
Banyak peserta awalnya merasa telepon akan terasa canggung. Namun setelah berbicara, mereka justru merasa lebih terhubung secara emosional. Mereka yang gemar menelepon cenderung peka terhadap nuansa suara—seperti perubahan nada, jeda, atau napas—yang tidak bisa ditangkap lewat kamera.
2. Mengelola Energi Mental Secara Efisien
Komunikasi melalui video call memerlukan energi mental ekstra karena otak harus terus memproses ekspresi wajah dan kontak mata di layar. Sebaliknya, menelepon membantu otak bekerja lebih efisien.
Pikiran bisa fokus pada isi pembicaraan tanpa perlu mengatur pencahayaan, sinyal, atau ekspresi wajah. Orang yang memilih telepon biasanya sadar akan kapasitas mentalnya dan lebih memilih komunikasi yang substansial tanpa beban teknis.
3. Memiliki Kemampuan Mendengarkan Secara Mendalam
Terapi melalui telepon telah terbukti sama efektifnya, bahkan dalam beberapa kasus lebih memuaskan, dibandingkan terapi melalui video. Komunikasi suara mendorong kedua pihak lebih fokus pada nada, pilihan kata, dan keheningan. Ini membuat seseorang lebih tajam dalam menangkap makna tersembunyi di balik suara.
Mereka yang terbiasa menelepon umumnya mampu mengenali isyarat emosional dari jeda atau helaan napas singkat yang sering diabaikan orang lain.
4. Menjaga Energi dan Kesehatan Indra
Panggilan video tidak hanya melelahkan secara mental, tetapi juga menekan indra, terutama mata. Kontak dengan kamera dalam waktu lama bisa memicu stres dan kelelahan visual. Telepon memberi ruang untuk bergerak, mengistirahatkan mata, dan terhindar dari tekanan menatap wajah sendiri di layar.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
