Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 03.15 WIB

8 Kecerdasan Emosional yang Seringkali Dimiliki oleh Pria yang Menangis saat Menonton Film, Apa Saja?

Ilustrasi pria menangis saat menonton film. (Freepik/DC Studio) - Image

Ilustrasi pria menangis saat menonton film. (Freepik/DC Studio)

JawaPos.com - Pernahkah Anda melirik adegan sedih dan melihat pria di sebelah Anda menyeka air mata? Sebagian orang masih menganggap pria yang menangis—terutama saat menonton film—adalah pria yang lemah lembut.

Sains menceritakan kisah yang berbeda. Penelitian terus menghubungkan air mata saat menonton film dengan keterampilan.

Seperti empati, kesadaran diri, dan pengaturan emosi yang sehat, bagian inti dari apa yang disebut oleh para psikolog sebagai kecerdasan emosional (EQ).

Dengan kata lain, wajah penuh air mata di bawah cahaya layar bioskop mungkin milik seseorang yang sebenarnya lebih pandai menangani perasaan, baik perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain.

Dikutip dari laman geediting.com, Jumat (30/5), berikut ini adalah delapan sifat yang didorong oleh EQ yang paling sering ditemukan pada pria yang mengeluarkan air mata saat menonton film sedih.

1. Mereka merasakan perasaan orang lain

Saat melihat adegan anjingnya mati atau sepasang kekasih ketinggalan kereta, pria-pria ini tidak hanya memahami kesedihan karakter tersebut, mereka merasakannya dalam hati.

Studi tentang 'transportasi' naratif menunjukkan bahwa semakin dalam Anda tertarik pada sebuah cerita, semakin kuat respons empati Anda dan semakin tinggi skor Anda pada tes EQ standar.

Itulah sebabnya peneliti seperti ahli saraf Paul Zak menemukan lonjakan empati yang lebih besar (diukur melalui pelepasan oksitosin) pada pemirsa yang menangis dibandingkan pada mereka yang tidak menangis.

2. Mereka merasa keren saat menjadi rentan

Menangis di depan umum berarti melepaskan perisai emosional, sesuatu yang dihindari banyak pria dengan segala cara.

Penelitian kerentanan yang dilakukan Brené Brown menunjukkan bahwa orang yang bersedia mengambil risiko menangis membangun hubungan yang lebih dalam dan bangkit kembali lebih cepat dari rasa malu.

Pada pria, kemauan itu merupakan tanda kuat kepercayaan diri, bukan kelemahan.

3. Mereka membiarkan perasaan mengalir melalui diri mereka, tidak menumpuk di dalam diri mereka

Studi pengaturan emosi oleh James Gross dan Oliver John menemukan bahwa orang yang mengekspresikan emosi (alih-alih menekannya) menikmati suasana hati yang lebih baik, stres yang lebih rendah, dan hubungan yang lebih dekat.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore