Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 00.24 WIB

5 Hal Benar yang Gen Z Lakukan untuk Mengatasi Mental Illness, Generasi Lama Harus Belajar

Ilustrasi. (pexels.com) - Image

Ilustrasi. (pexels.com)

JawaPos.com - Dulu, topik kesehatan mental seringkali dianggap tabu dan disembunyikan. Tapi sekarang? Gen Z datang dengan cara baru yang segar dan berani dalam menghadapi isu ini. 

Mereka tidak hanya terbuka, tapi juga inovatif dalam mencari jalan menuju kehidupan yang lebih sehat secara emosional. Banyak hal yang bisa dipelajari dari mereka, terutama oleh generasi yang lebih tua. 

Dilansir dari Blog Herald, berikut lima hal benar yang dilakukan Gen Z dalam menghadapi mental illness dan pastinya patut ditiru.

1. Diskusi Terbuka

Gen Z tidak hanya memecah kesunyian – mereka menghancurkannya. Mereka berani membawa isu kesehatan mental ke meja makan, ke ruang kelas, bahkan ke media sosial. 

Dengan cara ini, mereka menghapus stigma dan membuat orang lain merasa lebih nyaman untuk berbicara dan mencari bantuan. 

Keterbukaan ini menciptakan ruang aman bagi siapa pun yang sedang berjuang. Para psikolog menyebut ini sebagai salah satu terobosan penting dalam budaya gaya hidup saat ini.

2. Self-love

Kebiasaan self-love bukan sekadar tren bagi Gen Z—ini menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Mulai dari meditasi, yoga, journaling rasa syukur, hingga pola makan yang lebih sadar, semuanya dilakukan untuk menjaga keseimbangan emosi.

Tidak sedikit dari mereka yang bangun pagi untuk sekadar duduk diam dan mengatur napas sebelum memulai hari. Dengan merawat diri secara konsisten, mereka menunjukkan bahwa mencintai diri sendiri adalah langkah penting dalam mencegah dan mengatasi mental illness.

3. Ikut Terapi atau Konsultasi ke Psikolog

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menganggap terapi sebagai tanda kelemahan, Gen Z justru menganggapnya sebagai bentuk kekuatan. Mereka menjalani terapi sebagai bagian dari perawatan rutin, seperti ke dokter gigi atau melakukan medical check-up. 

Menurut data dari Asosiasi Psikologi Amerika, mereka lebih terbuka untuk mencari bantuan profesional dan memahami pentingnya menjaga kesehatan mental secara menyeluruh. Ini adalah langkah maju yang nyata, sekaligus bentuk keberanian dalam menghadapi mental illness.

4. Pendekatan Melalui Kecerdasan Digital

Media sosial bukan hanya tempat berbagi foto atau mengikuti tren. Bagi banyak anak muda, platform digital juga menjadi sumber informasi dan ruang berbagi pengalaman tentang kesehatan mental. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore