Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 22.48 WIB

Mengapa Seseorang Marah dan Bagaimana Cara Mengelola Emosi dengan Baik? Simak Berdasarkan Pandangan Psikologi!

Ilustrasi seseorang yang sedang marah/freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang marah/freepik

JawaPos.com-- Marah adalah emosi yang muncul ketika kita merasa tidak senang atau diperlakukan tidak adil.

Marah, bisa muncul dalam bentuk frustrasi kecil, seperti ketika kamu tak bisa nemu kunci motor, sampai rasa marah besar saat orang yang kamu sayangi disakiti.

Saat marah, tubuh bereaksi, seperti jantung berdetak lebih cepat, otot tegang, dan pikiran sering dipenuhi dorongan untuk menyalahkan atau membalas.

Beberapa orang marah dengan membentak, memukul, atau menyakiti lian maupun diri sendiri.

Tapi tak semua orang melampiaskannya secara agresif. Banyak orang memilih diam, menangis, atau menarik napas dalam-dalam.

Karena cara orang mengekspresikan marah berbeda-beda, kita sering tak sadar kalau sebenarnya kita sedang marah.

Ryan Martin, seorang profesor psikologi dari University of Wisconsin-Green Bay, telah lama meneliti soal marah. Berikut penjelasan mengenai emosi marah dan cara mengelolanya.

Apa yang Membuat Kita Marah?

Ada tiga faktor utama yang saling berhubungan:

  1. Pemicu (provokasi)
    Ini adalah kejadian yang langsung mendahului rasa marah. Misalnya: disalip di jalan, dimarahi bos di depan umum, atau wifi putus saat kerja deadline.

 Pemicu yang paling umum adalah ketika kita merasa tujuan kita terhambat (frustrasi) atau ketika kita merasa diperlakukan tidak adil.

  1. Penilaian atau interpretasi kita terhadap kejadian itu
    Setelah kejadian terjadi, otak kita langsung menilai: “Apakah ini penting?”, “Kenapa dia ngomong kayak gitu?”, atau “Apa ini bisa saya terima?”

Misalnya, kalau temanmu telat, kamu bisa berpikir “Ah, dia pasti capek,” atau “Dia nggak menghargai waktu saya.”

Dua penilaian yang sangat berbeda, dan hasilnya juga berbeda: bisa jadi kamu tetap tenang, atau justru meledak.

  1. Mood kita saat itu (pre-anger state)
    Kondisi emosi kita sebelum kejadian juga memengaruhi seberapa besar amarah yang muncul.

Saat kamu sedang lelah, lapar, stres, atau sebelumnya sudah kesal, kamu jadi lebih mudah tersulut. Itulah kenapa hari ini kamu bisa santai saat dimarahi, tapi besoknya bisa ngamuk karena hal kecil.

Kenapa Kita Perlu Memahami Rasa Marah?

Memahami kenapa kamu marah bisa membantu kamu:

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore